Airbus Pangkas Belanja
19 Mei 2026, 23.01
Perusahaan dirgantara Eropa, Airbus, telah memerintahkan staf untuk mengurangi pengeluaran non-esensial sebesar 10 persen. Hal ini dilakukan karena ketidakstabilan yang terkait dengan perang antara AS-Israel dan Iran.
Instruksi Perusahaan
Dalam sebuah dokumen perusahaan yang dilihat oleh AFP, disebutkan bahwa Airbus meminta dukungan staf untuk mengadopsi beberapa langkah penghematan biaya. Langkah ini diambil untuk membantu perusahaan menghadapi situasi yang tidak stabil.
Dokumen tersebut juga meminta tim untuk tidak melakukan pengeluaran baru atau kegiatan subcontracting yang tidak secara ketat diperlukan. Beberapa contoh kegiatan yang dimaksud adalah acara tim, acara perusahaan, dan partisipasi dalam konferensi.
