AS Perlu Pindahkan Pangkalan dari Teluk ke Israel

7 Jul 2026, 05.01

Thumbnail AS Perlu Pindahkan Pangkalan dari Teluk ke Israel

Seorang mantan komandan militer Amerika Serikat (AS) di wilayah Timur Tengah mengatakan bahwa AS perlu memindahkan pangkalan militernya dari Teluk ke Israel dan negara-negara tetangga untuk melindungi aset dari serangan rudal dan drone Iran.

Peringatan dari Mantan Komandan Centcom

Jenderal Frank McKenzie, mantan komandan US Central Command (Centcom), menyatakan bahwa tidak ada yang akan meletakkan markas besar Centcom hanya 100 mil dari Iran, tetapi itulah yang terjadi di pangkalan militer al-Udeid di Qatar. McKenzie menjabat sebagai komandan militer AS di Timur Tengah dari Maret 2019 hingga April 2022.

Menurut McKenzie, pada tahun 2022, ia dan pejabat lainnya telah memberitahu pemerintahan Biden bahwa konstelasi pangkalan AS di sekitar Uni Emirat Arab, Kuwait, Qatar, dan Bahrain sangat rentan terhadap serangan Iran. Oleh karena itu, mereka menyarankan agar pasukan AS disebar ke arah barat, termasuk ke Israel.

Konteks Umum

Wilayah Timur Tengah telah lama menjadi daerah yang rawan konflik dan ketegangan. Iran dan AS telah terlibat dalam persaingan strategis selama beberapa dekade, dan kehadiran militer AS di wilayah tersebut telah menjadi sumber ketegangan.

AS memiliki sejumlah pangkalan militer di Teluk, termasuk pangkalan al-Udeid di Qatar, yang merupakan markas besar Centcom. Namun, lokasi ini dianggap rentan terhadap serangan rudal dan drone Iran.

Pelajaran dan Refleksi

Peringatan dari mantan komandan Centcom ini menekankan pentingnya strategi pertahanan yang efektif dalam menghadapi ancaman keamanan di wilayah Timur Tengah. Hal ini juga menunjukkan bahwa AS perlu mempertimbangkan opsi-opsi alternatif untuk melindungi aset dan kepentingannya di wilayah tersebut.

Sebagai umat Islam, kita perlu memahami dinamika kekuasaan dan strategi pertahanan di wilayah Timur Tengah. Kita juga perlu meningkatkan kesadaran dan pemahaman tentang isu-isu keamanan dan politik internasional.

Dirangkum dari: Middle East Eye