Eksekutif Bisnis Buat Rencana Kontinjensi
13 Jul 2026, 23.01

Eksekutif bisnis membuat rencana kontinjensi karena persaingan antara Uni Emirat Arab (UAE) dan Saudi Arabia yang semakin memanas. Persaingan ini terjadi di beberapa hotspot geopolitik, termasuk Yaman, Sudan, dan Israel. Namun, keduanya juga bersaing di bidang ekonomi.
Persaingan Ekonomi
Saudi Arabia berusaha menjadikan ibukotanya, Riyadh, sebagai pusat kegiatan bisnis regional, langsung bersaing dengan Dubai. Kedua negara tetangga ini juga berselisih tentang energi, dengan UAE meningkatkan produksi minyak secara besar-besaran sejak keluar dari aliansi energi Opec yang dipimpin Saudi pada Mei.
Beberapa bisnis telah memulai membuat rencana kontinjensi untuk logistik terpisah. Lainnya mengulas kontrak untuk klausa seperti force majeure dan memeriksa hubungan lokal yang mungkin menyebabkan negara-negara Teluk membalas dendam kepada mereka.
Dampak Persaingan
Persaingan antara UAE dan Saudi Arabia telah menyebabkan beberapa dampak, termasuk keterlambatan di perbatasan dan pembayaran yang tertunda. Semafor melaporkan bahwa keterlambatan di perbatasan antara UAE dan Saudi Arabia dapat berlangsung selama beberapa hari. The Financial Times juga melaporkan bahwa pembayaran dari bank Saudi ke rekening berbasis UAE telah dikembalikan atau tertunda sejak Mei, seringkali tanpa penjelasan.
Eksekutif bisnis tidak mengambil risiko dan membuat rencana kontinjensi untuk menghadapi persaingan yang semakin memanas. Salah satu firma hukum tidak bernama lebih selektif dalam memilih pekerjaan untuk menghindari memicu konflik antara UAE atau Saudi Arabia. Firma internasional lainnya yang mengumpulkan modal untuk dana investasi diberitahu oleh mitra Saudi bahwa mereka hanya dapat berinvestasi pada entitas yang fokus pada kerajaan dan harus menghindari berinvestasi pada dana yang aktif di UAE.
Konteks Umum
Persaingan antara UAE dan Saudi Arabia bukanlah hal yang baru. Keduanya telah bersaing di berbagai bidang, termasuk ekonomi, politik, dan energi. Namun, persaingan yang semakin memanas ini telah menyebabkan beberapa dampak yang signifikan, termasuk keterlambatan di perbatasan dan pembayaran yang tertunda.
Saudi Arabia, UAE, dan Qatar telah lama menjadi sumber pendapatan yang menguntungkan bagi bisnis Barat. Bankir telah pergi ke Teluk untuk mencari kesepakatan, investor telah mencari uang untuk memulai bisnis, dan pembuat chip telah mempromosikan penjualan kepada negara-negara yang ingin mengembangkan industri AI mereka.
Pelajaran Adab
Persaingan antara UAE dan Saudi Arabia dapat menjadi pelajaran bagi kita tentang pentingnya menjaga hubungan yang baik dengan tetangga dan mitra bisnis. Persaingan yang semakin memanas dapat menyebabkan beberapa dampak yang signifikan, termasuk keterlambatan di perbatasan dan pembayaran yang tertunda.
Oleh karena itu, kita harus selalu berusaha untuk menjaga hubungan yang baik dengan tetangga dan mitra bisnis, serta menghindari persaingan yang tidak sehat. Dengan demikian, kita dapat menciptakan lingkungan bisnis yang lebih baik dan lebih seimbang.
