Eurovision Mengabaikan Nilainya atas Gaza

16 Mei 2026, 23.01

Thumbnail Eurovision Mengabaikan Nilainya atas Gaza

Saya telah menonton Eurovision setiap tahun selama hampir 20 tahun. Tahun ini seharusnya menjadi ulang tahun ke-15 saya mengadakan pesta Eurovision.

Saya menyukai Eurovision karena lagu-lagunya dan suara-suara yang indah, tetapi saya juga sangat percaya pada nilai-nilai pendiriannya: gagasan bahwa sebuah benua yang masih terluka oleh dua perang dunia dapat bersatu melalui apresiasi musik bersama.

Sejarah Eurovision

Eurovision lahir pada tahun 1956 dari luka yang spesifik: Eropa baru saja menghancurkan dirinya sendiri. Uni Penyiaran Eropa (EBU) menciptakan kontes ini sebagai tindakan iman yang hampir naif: keyakinan bahwa budaya dapat melakukan apa yang politik gagal lakukan, dengan membangun sesuatu yang terasa benar-benar benua dan bersama.

Selama hampir tujuh dekade, iman itu bertahan. Eurovision bertahan selama Perang Dingin, krisis Balkan, dan Brexit. Kontes ini membengkok, tetapi tidak pernah patah.

Dirangkum dari: Middle East Eye