Hezbollah Rebuilds Diri untuk Perang Attrisi dengan Israel
8 Jun 2026, 11.01

Setelah perang 66 hari pada 2024, Hezbollah telah memperbarui struktur komando, doktrin tempur, dan strategi pertempuran. Kelompok Lebanon ini kini menggunakan drone dan unit khusus untuk menghadapi Israel.
Perubahan Struktur Komando
Perubahan terpenting terletak pada struktur komando dan kontrol. Selama perang 66 hari, salah satu kelemahan Hezbollah adalah kerentanan rantai komunikasi dan kesulitan koordinasi antara markas komando dan unit lapangan.
Namun, dalam perang terbaru, operasi berjalan secara simultan di beberapa front, kinerja unit tetap stabil tanpa gangguan yang berkepanjangan, dan koneksi antara lapangan dan markas tetap terjaga.
Tantangan Internal
Hezbollah telah memperbarui struktur militer, tetapi tantangan terbesar mungkin terletak pada politik internal Lebanon. Pemerintah Lebanon telah menandatangani perjanjian dengan Israel untuk menghentikan serangan, tetapi Hezbollah menolak perjanjian tersebut dan menyebutnya sebagai "absurd, menghina, dan menghina".
Bacaan ini bagian dari ikhtiar SantriOnline dalam membina generasi muslim Indonesia: aqidah yang kukuh, adab yang hidup, ilmu yang terus tumbuh, dan keterampilan yang siap dipakai.



