Hukum Membuat Stiker dari Foto Orang Lain
27 Jul 2026, 23.05

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Pertanyaan tentang hukum membuat stiker WhatsApp dari foto orang lain telah menjadi topik hangat di kalangan masyarakat Muslim. Dalam Islam, kita diajarkan untuk selalu menjaga etika dan adab dalam berinteraksi dengan orang lain, termasuk dalam penggunaan media sosial.
Hukum Fikih
Dalam pandangan fikih, menggunakan foto seseorang tanpa izin dapat dianggap sebagai pelanggaran privasi dan hak cipta. Oleh karena itu, sebelum membuat stiker dari foto orang lain, sebaiknya kita meminta izin terlebih dahulu kepada yang bersangkutan.
Jika foto tersebut digunakan untuk tujuan yang tidak baik, seperti memperolok atau melecehkan, maka hal tersebut dilarang dalam Islam. Kita harus selalu menjaga adab dan etika dalam berinteraksi dengan orang lain, baik secara langsung maupun melalui media sosial.
Konteks Umum
Perkembangan media sosial telah membawa banyak perubahan dalam cara kita berinteraksi dengan orang lain. Dalam Islam, kita diajarkan untuk selalu menjaga hubungan yang baik dengan sesama manusia, termasuk dalam penggunaan media sosial.
Oleh karena itu, kita harus selalu berhati-hati dalam menggunakan media sosial dan tidak melakukan tindakan yang dapat merugikan orang lain. Kita harus selalu mempertimbangkan dampak dari tindakan kita terhadap orang lain dan menjaga etika yang baik.
Pelajaran Adab
Dalam Islam, kita diajarkan untuk selalu menjaga adab dan etika dalam berinteraksi dengan orang lain. Kita harus selalu mempertimbangkan perasaan dan hak-hak orang lain dalam melakukan tindakan kita.
Oleh karena itu, sebelum membuat stiker dari foto orang lain, kita harus meminta izin terlebih dahulu dan memastikan bahwa tindakan kita tidak akan merugikan orang lain. Kita harus selalu menjaga hubungan yang baik dengan sesama manusia dan menjaga etika yang baik dalam berinteraksi dengan orang lain.
Dalam menjaga adab dan etika, kita juga harus selalu mempertimbangkan dampak dari tindakan kita terhadap orang lain. Kita harus selalu berhati-hati dalam menggunakan media sosial dan tidak melakukan tindakan yang dapat merugikan orang lain.
Bacaan ini bagian dari ikhtiar SantriOnline dalam membina generasi muslim Indonesia: aqidah yang kukuh, adab yang hidup, ilmu yang terus tumbuh, dan keterampilan yang siap dipakai.



