Hukum Memegang Tongkat saat Khutbah Jumat

29 Jul 2026, 11.05

Thumbnail Hukum Memegang Tongkat saat Khutbah Jumat

Salah satu praktik yang sering kita temukan dalam pelaksanaan khutbah Jumat di beberapa masjid adalah khatib yang membawa atau memegang tongkat saat menyampaikan khutbah. Namun, tidak semua masjid melakukan kebiasaan ini. Pertanyaan tentang hukum memegang tongkat saat khutbah Jumat menjadi hangat dibicarakan, dengan beberapa pendapat yang berbeda-beda.

Inti Berita

Beberapa orang meyakini bahwa memegang tongkat saat khutbah adalah sunnah Nabi, sementara yang lain menganggapnya hanya sebagai tradisi atau bahkan bid’ah. Untuk memahami hal ini, kita perlu melihat dari perspektif syariah dan sunnah Nabi Muhammad SAW.

Memahami sunnah Nabi Muhammad SAW sangat penting dalam menentukan apakah suatu praktik termasuk sunnah atau tidak. Dalam Islam, sunnah adalah perkataan, perbuatan, atau ketetapan Nabi Muhammad SAW yang menjadi contoh bagi umat Islam.

Konteks Umum

Dalam konteks khutbah Jumat, khatib bertindak sebagai pengganti Nabi Muhammad SAW dalam menyampaikan ajaran Islam kepada jamaah. Oleh karena itu, memahami apa yang dilakukan Nabi Muhammad SAW dalam situasi serupa menjadi sangat penting.

Praktik memegang tongkat dapat dilihat dari berbagai sudut. Dalam beberapa hadits, Nabi Muhammad SAW memang tercatat pernah menggunakan tongkat, tetapi konteks penggunaannya berbeda-beda. Oleh karena itu, penting untuk memahami konteks spesifik penggunaan tongkat tersebut.

Pelajaran dan Adab

Memahami hukum memegang tongkat saat khutbah Jumat juga membutuhkan pemahaman yang mendalam tentang adab dan etika dalam beribadah. Dalam Islam, setiap amalan harus dilakukan dengan niat yang benar dan sesuai dengan petunjuk syariah.

Pelajaran yang dapat diambil dari hal ini adalah pentingnya memahami dan mempraktekan sunnah Nabi Muhammad SAW dengan tepat dan sesuai konteksnya. Selain itu, penting juga untuk menjaga agar amalan-amalan kita tidak terjebak dalam bid’ah atau tradisi yang tidak ada dasarnya dalam syariah.

Dalam berdakwah dan menyebarkan ajaran Islam, kita harus selalu berpegang pada prinsip-prinsip Aswaja, yaitu mengikuti sunnah Nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya dengan bijak dan tidak membawa pada ekstremisme atau fanatisme.

Bacaan ini bagian dari ikhtiar SantriOnline dalam membina generasi muslim Indonesia: aqidah yang kukuh, adab yang hidup, ilmu yang terus tumbuh, dan keterampilan yang siap dipakai.

Dirangkum dari: Bincang Syariah