Irak Gelar Pertemuan Keamanan Darurat
29 Jul 2026, 11.02

Perdana Menteri Irak Ali al-Zaydi telah memanggil pertemuan keamanan darurat pada hari Rabu setelah serangan gabungan AS dan Arab Saudi terhadap pasukan pro-Iran di negara tersebut.
Penyerangan oleh AS dan Arab Saudi
Pusat Komando AS (Centcom) sebelumnya telah mengumumkan bahwa mereka melakukan serangan presisi bersama dengan Angkatan Bersenjata Arab Saudi terhadap kelompok-kelompok yang sejalan dengan Iran.
Di minggu sebelumnya, sekutu Iran di Irak telah meluncurkan serangan drone yang menargetkan infrastruktur energi Arab Saudi. Pada hari Senin, kelompok Houthi di Yaman meluncurkan serangan drone terhadap infrastruktur minyak Arab Saudi setelah serangan oleh Riyadh terhadap Bandara Sanaa awal bulan ini.
Dampak Serangan
Setidaknya 10 anggota Pasukan Mobilisasi Rakyat Irak tewas dalam serangan gabungan AS dan Arab Saudi di seluruh negeri, menurut dua anggota kelompok militer tersebut kepada kantor berita AFP.
Konteks Umum
Situasi keamanan di Timur Tengah semakin kompleks dengan adanya konflik yang melibatkan berbagai negara dan kelompok. Serangan-serangan terbaru ini menambah ketegangan di kawasan yang sudah rawan.
Kelompok-kelompok pro-Iran di Irak dan Yaman telah melakukan serangan-serangan terhadap target Arab Saudi dan AS, yang dianggap sebagai ancaman terhadap keamanan regional.
Pelajaran dan Refleksi
Peristiwa ini mengingatkan kita akan pentingnya menjaga keamanan dan stabilitas di kawasan. Konflik dan kekerasan hanya akan membawa dampak buruk bagi rakyat dan perekonomian.
Sebagai umat Islam, kita harus selalu mengedepankan prinsip-prinsip damai dan toleransi. Kita harus berusaha untuk memahami perspektif dan kebutuhan semua pihak yang terlibat dalam konflik ini.
Bacaan ini bagian dari ikhtiar SantriOnline dalam membina generasi muslim Indonesia: aqidah yang kukuh, adab yang hidup, ilmu yang terus tumbuh, dan keterampilan yang siap dipakai.



