Iran Andalkan Speedboat untuk Kendali Selat Hormuz

30 Jul 2026, 11.01

Thumbnail Iran Andalkan Speedboat untuk Kendali Selat Hormuz

Iran mengandalkan speedboat untuk menjaga kendali atas Selat Hormuz, menurut laporan dari surat kabar Hamshahri yang terkait dengan Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC). Speedboat ini digambarkan sebagai 'kartu kemenangan' di Teluk Persia dan sebagai elemen utama dalam strategi pertahanan Iran terhadap serangan AS.

Strategi Angkatan Laut Iran

Strategi angkatan laut Iran berfokus pada pengembangan speedboat kecil, cepat, dan murah dalam jumlah besar. Strategi ini tidak bertujuan untuk bersaing langsung dengan armada yang lebih besar, melainkan untuk meningkatkan biaya lawan dan membatasi kebebasan aksi mereka.

Menurut laporan, kombinasi speedboat, ranjau laut, rudal jelajah dan balistik, serta drone telah melengkapi puzzle strategis Iran dalam mengendalikan Selat Hormuz.

Seruan Akhir Perang dengan AS

Brigadir Jenderal Hossein Alaei, mantan komandan angkatan laut IRGC dan pejabat pertahanan Iran, menyerukan akhir perang dengan AS. Ia menyatakan bahwa kemenangan sejati Iran terletak pada pemulihan perdamaian dan stabilitas.

Alaei juga mengkritik runtuhnya memorandum of understanding (MoU) antara Iran dan AS. Ia menyebutkan bahwa perjanjian tersebut merupakan kemenangan besar bagi Iran dan kekalahan bagi Israel.

Tekanan terhadap Oposisi di Belarus

Investigasi BBC Persian menemukan bahwa keamanan Belarus telah menanyai, menahan, dan mengusir mahasiswa Iran karena postingan media sosial yang mengkritik Republik Islam. Mahasiswa tersebut menuduh Kedutaan Besar Iran di Belarus bekerja sama dengan keamanan setempat untuk melakukan represi transnasional terhadap kritikus pemerintah.

Khatereh Khodadadi, seorang mahasiswa kedokteran gigi, mengatakan bahwa ia ditangkap di rumahnya oleh agen bertopeng setelah mengungkapkan kegembiraannya atas kematian Ali Khamenei, mantan pemimpin tertinggi Iran, di media sosial.

Pelajaran dari Peristiwa Ini

Peristiwa ini menunjukkan bahwa konflik antara Iran dan AS memiliki dampak yang luas dan kompleks, tidak hanya terbatas pada wilayah Teluk Persia. Peran speedboat dalam strategi pertahanan Iran menunjukkan bahwa negara tersebut terus berinovasi dalam menghadapi ancaman keamanan.

Lebih lanjut, seruan akhir perang dengan AS oleh mantan komandan angkatan laut IRGC menunjukkan bahwa ada suara-suara yang mendambakan perdamaian dan stabilitas di Iran. Namun, tekanan terhadap oposisi di Belarus menunjukkan bahwa represi terhadap kritikus pemerintah masih terjadi, bahkan di luar perbatasan Iran.

Oleh karena itu, penting untuk terus memantau perkembangan situasi ini dan mendukung upaya-upaya yang bertujuan untuk meningkatkan perdamaian, stabilitas, dan hak asasi manusia di wilayah tersebut.

Bacaan ini bagian dari ikhtiar SantriOnline dalam membina generasi muslim Indonesia: aqidah yang kukuh, adab yang hidup, ilmu yang terus tumbuh, dan keterampilan yang siap dipakai.

Dirangkum dari: Middle East Eye