Iran damai, warga lega tapi waspada

15 Jun 2026, 11.01

Thumbnail Iran damai, warga lega tapi waspada

Warga Iran telah menyambut perjanjian damai sebagai kesempatan untuk mencapai stabilitas dan pulih ekonomi, namun beberapa lainnya khawatir Amerika Serikat dan Israel akan mengumpulkan kekuatan dan menyerang kembali.

Reaksi Warga Iran

Banyak warga Iran merespons perjanjian damai dengan lega, curiga, dan tidak pasti. Sepideh, warga Tehran berusia 32 tahun, mengatakan bahwa dia masih tidak percaya perang telah berakhir. "Saya sangat lega, tapi saya masih tidak percaya itu sudah berakhir. Saya berharap semuanya kembali normal," katanya.

Di sisi lain, beberapa warga Iran khawatir perjanjian damai tidak akan bertahan lama. Mohammad, warga Tehran berusia 43 tahun, mengatakan bahwa perjanjian damai tidak membuatnya optimis. "Saya tidak percaya Amerika Serikat dan Iran dapat mencapai perjanjian yang langgeng," katanya.

Harapan untuk Masa Depan

Beberapa warga Iran berharap perjanjian damai dapat membawa perubahan positif bagi negara mereka. Darya, warga Sari berusia 28 tahun, mengatakan bahwa dia berharap sanksi dapat diangkat dan ekonomi negara dapat pulih. "Saya ingin hal-hal membaik di Iran. Saya ingin sanksi diangkat. Sebagian besar masalah kita berasal dari sanksi," katanya.

Bacaan ini bagian dari ikhtiar SantriOnline dalam membina generasi muslim Indonesia: aqidah yang kukuh, adab yang hidup, ilmu yang terus tumbuh, dan keterampilan yang siap dipakai.

Dirangkum dari: Middle East Eye