Iran Kecam Gempuran AS dan Pelanggaran Israel di Lebanon

8 Jul 2026, 05.01

Thumbnail Iran Kecam Gempuran AS dan Pelanggaran Israel di Lebanon

Ketua Parlemen Iran, Mohammad Baqer Ghalibaf, mengecam serangan AS yang diperbarui dan pelanggaran Israel di Lebanon. Dalam pernyataannya, Ghalibaf menyebut tindakan tersebut sebagai pelanggaran besar terhadap nota kesepahaman.

Ghalibaf menyatakan bahwa pelanggaran tersebut termasuk ancaman terus-menerus akan serangan lebih lanjut, pengembalian sanksi minyak, serangan di selatan Iran, serta serangan terus-menerus Israel di Lebanon.

Pernyataan Ghalibaf

"Era intimidasi dan pemerasan telah berakhir. Ini tidak membawa hasil. Kami tidak akan menyerah," kata Ghalibaf.

Pelanggaran besar terhadap nota kesepahaman oleh AS mencakup pelanggaran terhadap penyesuaian Iran di Selat Hormuz, ancaman terus-menerus akan serangan lebih lanjut, pengembalian sanksi minyak, serangan di selatan Iran, serta terus-menerusnya agresi Zionis di Lebanon.

Konteks Umum

Hubungan antara Iran dan AS telah tegang dalam beberapa tahun terakhir, terutama setelah AS meninggalkan Perjanjian Nuklir Iran pada 2018. Sejak itu, kedua negara telah terlibat dalam serangkaian konflik dan ketegangan.

Pelanggaran Israel di Lebanon juga telah menjadi sumber ketegangan di kawasan. Israel telah melakukan serangan terhadap target di Lebanon, yang telah menyebabkan kerusakan dan korban jiwa.

Pelajaran dan Refleksi

Pernyataan Ghalibaf menekankan pentingnya menjaga kedaulatan dan integritas teritorial. Ia juga menegaskan bahwa Iran tidak akan menyerah dalam menghadapi tekanan dan ancaman dari negara lain.

Sebagai umat Islam, kita harus selalu menjaga kesadaran dan kepedulian terhadap isu-isu internasional yang mempengaruhi keamanan dan stabilitas kawasan. Kita harus mendukung upaya-upaya yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kerja sama internasional.

Dalam konteks ini, pernyataan Ghalibaf dapat dijadikan refleksi bagi kita untuk memahami pentingnya menjaga kedaulatan dan integritas teritorial, serta pentingnya kerja sama internasional dalam menghadapi tantangan global.

Dirangkum dari: Middle East Eye