Iran Peringatkan AS
9 Jul 2026, 05.01

Parlemen Iran yang dipimpin oleh Mohammad Baqer Ghalibaf mengkritik serangan AS dan menegaskan bahwa Tehran akan melakukan balasan jika diserang.
Ghalibaf mengatakan bahwa Amerika Serikat masih belum memahami bahwa tindakan penindasan dan pengkhianatan janji tidak lagi tanpa biaya.
Peringatan Ghalibaf
Menurut Ghalibaf, jika AS melakukan serangan, maka mereka akan menerima balasan. Ia menegaskan bahwa Selat Hormuz hanya akan dibuka dengan aturan yang ditetapkan oleh Tehran, bukan dengan ancaman AS.
Ghalibaf menyarankan agar AS tidak melakukan tindakan yang tidak berguna dan akan menyebabkan mereka tenggelam lebih dalam. Ia menegaskan bahwa Selat Hormuz hanya akan dibuka dengan 'pengaturan Iran', bukan ancaman AS.
Konteks Umum
Hubungan antara Iran dan AS telah memburuk dalam beberapa tahun terakhir, terutama setelah AS meninggalkan perjanjian nuklir JCPOA pada 2018.
Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran minyak yang paling penting di dunia, dan Iran telah beberapa kali mengancam untuk menutup selat tersebut jika kepentingannya terancam.
Pelajaran dan Refleksi
Peringatan Ghalibaf kepada AS merupakan contoh dari bagaimana Iran berusaha untuk mempertahankan kepentingannya dan menunjukkan kemampuan militernya.
Peristiwa ini juga menunjukkan betapa pentingnya diplomasi dan negosiasi dalam menyelesaikan konflik internasional. Dalam konteks ini, umat Islam perlu memahami pentingnya menjaga hubungan yang baik dengan negara-negara lain dan menyelesaikan konflik dengan cara yang damai.
