Iran Tetap Curiga AS Meski Perundingan Berlanjut

25 Mei 2026, 05.01

Thumbnail Iran Tetap Curiga AS Meski Perundingan Berlanjut

Iran tetap sangat curiga terhadap Amerika Serikat meskipun perundingan sedang berlangsung, dan belum ada kesepakatan akhir yang telah dicapai antara kedua belah pihak, seperti dilaporkan oleh Tasnim News Agency, mengutip sumber.

Sumber tersebut mengatakan bahwa pertukaran melalui perantara Pakistan dilakukan dengan skeptisisme besar terhadap Washington dan bahwa perselisihan masih terjadi atas beberapa ketentuan yang dibahas.

Perundingan dengan Skeptisisme

"Bahkan jika kesepakatan awal tercapai, itu tidak berarti Iran telah mengubah pandangannya tentang Amerika atau bahwa mereka percaya pada pemerintahan saat ini untuk memenuhi kewajibannya," kata sumber tersebut.

Amerika memiliki catatan yang sangat buruk dalam perundingan, yang memperkuat dan mengukuhkan kecurigaan. Oleh karena itu, bahkan jika kesepakatan tercapai, Iran akan memantau tindakan AS sepanjang proses pascaperjanjian. Jika Amerika melanggar komitmennya pada tahap itu, Iran akan mempertahankan posisi tawarnya untuk merespons.

Pertemuan antara Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan Kepala Staf Angkatan Darat Pakistan Syed Asim Munir di Tehran, 23 Mei 2026, menandai upaya terus-menerus untuk mencapai kesepakatan.

Perspektif Islam Aswaja

Dalam perspektif Islam Aswaja, kecurigaan dan skeptisisme dalam perundingan internasional harus diimbangi dengan prinsip keadilan dan kejujuran. Islam mengajarkan pentingnya memenuhi komitmen dan kesepakatan, serta menjaga kepercayaan dalam hubungan antarbangsa.

Dirangkum dari: Middle East Eye