Israel Tutup Sementara Gerbang Al-Aqsa untuk Latihan Militer

15 Jul 2026, 11.01

Thumbnail Israel Tutup Sementara Gerbang Al-Aqsa untuk Latihan Militer

Israel menutup sementara salah satu gerbang Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur yang diduduki pada hari Selasa, dengan alasan latihan militer. Gubernuran Yerusalem Palestina menyatakan bahwa latihan tersebut dilakukan di halaman masjid dan berlangsung sekitar 30 menit.

Penutupan Gerbang

Meskipun hanya Gerbang Raja Faisal yang ditutup, gubernuran menyatakan bahwa pasukan Israel menerapkan langkah-langkah keamanan yang ditingkatkan di pintu masuk kompleks lainnya, sehingga mengganggu akses jemaah.

Penutupan ini terjadi di tengah eskalasi langkah-langkah Israel di Masjid Al-Aqsa. Awal tahun ini, Israel menerapkan penutupan masjid yang belum pernah terjadi sebelumnya selama 40 hari selama perang dengan Iran, dengan alasan keamanan.

Kontrol Israel yang Meningkat

Dalam laporan yang diterbitkan awal bulan ini, Kementerian Wakaf dan Urusan Agama Palestina menyatakan bahwa pasukan Israel menyerang kompleks Masjid Al-Aqsa 26 kali pada bulan Juni. Kementerian tersebut menyatakan bahwa 4.212 pemukim Israel menyerbu situs tersebut selama periode yang sama di bawah perlindungan polisi yang ketat.

Untuk beberapa dekade, Masjid Al-Aqsa telah diperintah di bawah pengaturan yang diakui secara internasional yang dikenal sebagai status quo, yang mempertahankan status situs sebagai tempat ibadah eksklusif Muslim.

Status Quo

Di bawah pengaturan ini, seluruh kompleks 144.000 meter persegi - termasuk Kubah Batu, Masjid Qibli, dan halaman serta bangunan keagamaan sekitarnya - dikelola oleh Wakaf Islam, yang merupakan dana abadi yang diawasi oleh Yordania. Perjanjian tersebut memungkinkan non-Muslim untuk mengunjungi situs pada waktu yang ditentukan tetapi membatasi hak berdoa Muslim secara eksklusif untuk situs tersebut, dengan akses dan administrasi yang dikelola oleh Wakaf.

Refleksi

Penutupan Gerbang Al-Aqsa ini menimbulkan kekhawatiran tentang kebebasan beragama dan hak-hak Muslim di Yerusalem. Ini juga menunjukkan pentingnya mempertahankan status quo dan menghormati hak-hak beragama masyarakat Muslim di Yerusalem.

Oleh karena itu, sangat penting bagi kita untuk terus memantau situasi di Yerusalem dan mendukung upaya-upaya yang bertujuan untuk mempertahankan keamanan dan kebebasan beragama di kota suci tersebut.

Dirangkum dari: Middle East Eye