Keluarga Palestina Tuduh Militer Israel Menculik dan Membunuh Anak

16 Jun 2026, 05.01

Thumbnail Keluarga Palestina Tuduh Militer Israel Menculik dan Membunuh Anak

Keluarga Abu al-Ajeen di Gaza menuduh militer Israel menculik dan membunuh anak mereka yang berusia tiga tahun, Rayan Abu al-Ajeen. Keluarga tersebut mengatakan bahwa anak mereka ditembak mati oleh tentara Israel tanpa alasan yang jelas.

Insiden di Gaza

Insiden tersebut terjadi pada hari Minggu, ketika Baha Abu al-Ajeen, ayah Rayan, membawa anaknya dan iparnya, Khaled Abu Gharaba, ke lahan pertanian mereka di daerah Wadi al-Salqa, sekitar 150 meter dari garis kuning yang dibuat oleh Israel di Gaza.

Menurut keluarga, tentara Israel menembak mereka tanpa peringatan, dan anak Rayan ditembak di mata, menyebabkan mati seketika. Baha Abu al-Ajeen juga ditembak di kaki dan ditahan oleh militer Israel.

Tuduhan Keluarga

Keluarga Abu al-Ajeen menuduh militer Israel menculik dan membunuh anak mereka, serta menuduh mereka tidak memberikan pertolongan medis yang memadai kepada Baha Abu al-Ajeen.

Nawaf Abu al-Ajeen, keluarga tua dari Baha, mengatakan bahwa tentara Israel meninggalkan Baha dan anaknya yang terluka parah tanpa pertolongan medis, dan kemudian membawa mereka ke basis militer Kissufim.

Kemudian, di tengah malam, tentara Israel membuang Baha yang terluka dan anaknya yang sudah meninggal di jalan Salah al-Din.

Reaksi Internasional

Insiden ini telah memicu reaksi internasional, dengan Kantor Hak Asasi Manusia PBB mengeluarkan laporan bahwa sekitar satu-third dari warga Palestina yang terbunuh oleh Israel sejak gencatan senjata Oktober 2023 terjadi di daerah dekat garis gencatan senjata dengan Hamas.

Laporan tersebut menyatakan bahwa tindakan tersebut dapat dianggap sebagai pembunuhan ilegal dan merupakan kejahatan perang.

Bacaan ini bagian dari ikhtiar SantriOnline dalam membina generasi muslim Indonesia: aqidah yang kukuh, adab yang hidup, ilmu yang terus tumbuh, dan keterampilan yang siap dipakai.

Dirangkum dari: Middle East Eye