Mantan PM Israel Ancam Nyatakan Qatar Musuh

2 Agu 2026, 05.00

Thumbnail Mantan PM Israel Ancam Nyatakan Qatar Musuh

Mantan Perdana Menteri Israel, Naftali Bennett, telah berjanji untuk menyatakan Qatar sebagai 'musuh' jika ia terpilih kembali ke pemerintahan pada akhir tahun ini. Dalam sebuah wawancara dengan Channel 12, Bennett menggambarkan Qatar sebagai lebih berbahaya bagi Israel daripada Iran.

Qatar Lebih Berbahaya daripada Iran

Bennett menyatakan bahwa Iran secara terbuka mengancam untuk menghancurkan Israel, tetapi Qatar dianggap lebih berbahaya karena telah mendanai teroris dan mengoperasikan Al Jazeera, yang dianggap sebagai 'kanker yang paling beracun' yang merugikan Israel.

Menurut Bennett, Qatar memiliki pengaruh yang signifikan di universitas-universitas Amerika dan bahkan memiliki akses ke kantor Perdana Menteri Israel, yang dianggap sebagai tempat yang sangat sensitif bagi keamanan Israel.

Pengaruh Qatar di Israel

Bennett mengkritik keras Israel karena tidak menyatakan Qatar sebagai negara musuh. Ia menyatakan bahwa Qatar bekerja melawan Israel dan meracuni negara itu dari dalam.

Konteks Umum

Hubungan antara Israel dan Qatar telah tegang selama beberapa tahun terakhir, terutama karena peran Qatar dalam mendanai kelompok-kelompok yang dianggap sebagai teroris oleh Israel.

Qatar telah menjadi salah satu negara yang paling vokal dalam mendukung perjuangan Palestina dan telah menyediakan bantuan ekonomi yang signifikan kepada Gaza.

Pelajaran dari Kasus Ini

Kasus ini menunjukkan betapa kompleksnya hubungan internasional dan bagaimana negara-negara dapat memiliki perspektif yang berbeda tentang ancaman keamanan.

Sebagai umat Islam, kita harus selalu berpegang pada prinsip-prinsip keadilan dan kebenaran, dan tidak terpengaruh oleh sentimen atau emosi yang dapat memecah belah umat.

Kita harus terus mempromosikan dialog dan kerja sama internasional untuk mencapai perdamaian dan keamanan yang langgeng.

Bacaan ini bagian dari ikhtiar SantriOnline dalam membina generasi muslim Indonesia: aqidah yang kukuh, adab yang hidup, ilmu yang terus tumbuh, dan keterampilan yang siap dipakai.

Dirangkum dari: Middle East Eye