Perang Israel di Gaza, Mimpi Haji Ternyata Mustahil
19 Mei 2026, 05.01
Warga Palestina di Gaza telah dihalangi untuk melaksanakan ibadah haji, salah satu rukun Islam, karena perang Israel di Gaza. Perbatasan Rafah yang dikendalikan oleh Israel masih ditutup, sehingga warga Gaza tidak bisa meninggalkan wilayah tersebut.
Haji, Mimpi yang Mustahil
Banyak warga Gaza yang telah lama mengimpikan untuk melaksanakan haji, namun kini harus menelan kekecewaan karena perang dan krisis ekonomi. Mereka terpaksa menonton ibadah haji dari jauh, karena perbatasan yang ditutup dan krisis ekonomi yang parah.
Perbatasan Rafah adalah satu-satunya akses bagi warga Gaza untuk keluar dari wilayah tersebut, namun Israel masih mengenakan pembatasan pergerakan melalui perbatasan tersebut. Untuk melaksanakan haji, umat Islam dari seluruh dunia akan bepergian ke Mekkah, Arab Saudi, namun warga Gaza akan tetap terjebak di Gaza karena perang dan krisis ekonomi.
Krisis yang Semakin Parah
Krisis di Gaza semakin parah, banyak warga yang kehilangan rumah dan pekerjaan karena perang. Mereka terpaksa bergantung pada bantuan kemanusiaan untuk bertahan hidup. Perang Israel di Gaza telah mengubah haji dari kewajiban spiritual menjadi mimpi yang mustahil.
Warga Gaza berharap bahwa suatu hari nanti mereka akan dapat melaksanakan haji dengan aman dan damai. Mereka berharap bahwa perbatasan Rafah akan dibuka, sehingga mereka dapat bepergian ke Mekkah untuk melaksanakan ibadah haji.
