Persidangan Bandara Manchester

13 Jun 2026, 11.01

Thumbnail Persidangan Bandara Manchester

Persidangan dua bersaudara Muslim yang dituduh menyerang polisi di Bandara Manchester pada tahun 2024 telah menunjukkan pentingnya juri dalam memastikan keadilan. Meskipun banyak orang telah membuat keputusan sebelumnya berdasarkan klip video yang diedit, juri telah mencapai kesimpulan yang nuansa setelah mendengar bukti dan argumen hukum.

Keputusan Juri

Setelah mendengar bukti dan argumen hukum, juri telah memutuskan bahwa salah satu bersaudara, Mohammed Fahir Amaaz, bersalah menyerang dua polisi wanita dan seorang anggota masyarakat. Namun, juri tidak menerima semua tuduhan yang diajukan oleh jaksa, terutama yang terkait dengan perilaku polisi pria yang menjadi gambaran yang menentukan dalam kasus ini.

Meskipun keputusan juri telah keluar, banyak orang masih mengklaim bahwa bersaudara tersebut telah "bebas" atau "lolos" dari hukuman. Klaim ini jelas-jelas salah.

Atmosfer Kebencian

Kasus Bandara Manchester telah menunjukkan bahwa ada kecenderungan yang semakin meningkat dalam sebagian kalangan politik dan media Inggris untuk tidak membedakan antara keadilan dan balas dendam. Atmosfer ini tidak muncul secara kebetulan.

Selama persidangan, pemimpin Reform UK, Nigel Farage, telah menyebut kasus ini sebagai contoh "keadilan dua tingkat". Komentarnya cukup serius sehingga Hakim Neil Flewitt mengirimkannya ke jaksa agung untuk dipertimbangkan sebagai kemungkinan penghinaan pengadilan, meskipun tidak ada tindakan lebih lanjut yang diambil.

Hostilitas tidak terbatas pada politisi saja. Setelah jaksa memutuskan untuk tidak melanjutkan persidangan ketiga, pengacara bersaudara tersebut berbicara tentang "pesta kebencian rasial" yang ditujukan kepada klien mereka, dengan postingan media sosial yang dilihat oleh jutaan orang dan menggambarkan bersaudara tersebut sebagai bersalah sebelum juri mencapai keputusan mereka.

Bacaan ini bagian dari ikhtiar SantriOnline dalam membina generasi muslim Indonesia: aqidah yang kukuh, adab yang hidup, ilmu yang terus tumbuh, dan keterampilan yang siap dipakai.

Dirangkum dari: Middle East Eye