Rencana Pipa Minyak Lintas Mediterania
11 Jul 2026, 11.02

Suriah, Irak, dan Amerika Serikat (AS) berencana mengumumkan kesepakatan pipa minyak Mediterania untuk menghindari Selat Hormuz. Pipa ini akan menghubungkan Kirkuk di Irak dengan pelabuhan Baniyas di Suriah.
Rencana Pipa Minyak
Pipa ini pertama kali dibangun pada tahun 1952 oleh Perusahaan Minyak Irak dengan kapasitas sekitar 300.000 barel per hari (BPD). Namun, pipa ini ditutup pada tahun 1980-an setelah Suriah bergabung dengan Iran selama perang Iran-Irak. Setelah invasi AS ke Irak pada tahun 2003, pipa ini rusak parah dan tidak beroperasi lagi.
Untuk menghidupkan kembali pipa ini, diperlukan perbaikan ekstensif, termasuk tangki penyimpanan baru, pompa, dan sistem listrik. Seorang pejabat senior regional mengatakan bahwa pipa ini mungkin perlu diganti secara keseluruhan, dengan waktu konstruksi sekitar dua hingga tiga tahun.
Konteks Umum
Suriah dan Irak sebelumnya telah membicarakan rencana untuk menghidupkan kembali pipa ini pada akhir tahun 2024, setelah milisi Islamis setia kepada Presiden Ahmed al-Sharaa menggantikan pemerintahan Bashar al-Assad. Namun, pembicaraan tersebut tidak berlanjut.
Pipa Baniyas telah menjadi prioritas baru karena Iran meningkatkan kendali atas Selat Hormuz sebagai respons atas perang AS-Israel. Irak telah memulai ekspor minyak menggunakan truk tanker melalui Suriah selama perang, tetapi volume ekspor masih kecil.
Pelajaran dan Refleksi
Rencana pipa minyak ini menunjukkan pentingnya kerja sama regional dan internasional dalam menghadapi tantangan energi dan keamanan. Dalam konteks Aswaja, hal ini mengingatkan kita tentang pentingnya bekerja sama dan berkomunikasi dengan baik dalam menghadapi tantangan bersama.
Lebih lanjut, rencana ini juga menunjukkan bahwa kepentingan ekonomi dan keamanan dapat menjadi dorongan kuat untuk kerja sama regional. Dalam konteks Islam, hal ini sesuai dengan prinsip musyawarah dan kerja sama untuk kebaikan bersama.
