Rusia Rekrut Pejuang Yaman untuk Berperang Melawan Ukraina

17 Mei 2026, 11.00

Thumbnail Rusia Rekrut Pejuang Yaman untuk Berperang Melawan Ukraina

Rusia menawarkan imbalan uang tunai yang besar kepada pejuang Yaman untuk bergabung dalam perang melawan Ukraina. Banyak pejuang Yaman yang telah bergabung, termasuk mereka yang sebelumnya bertempur di garis depan di Yaman, karena imbalan gaji yang tinggi dan janji kewarganegaraan Rusia.

Imbalan yang Menggiurkan

Menurut sumber, para pejuang Yaman yang bergabung dengan pasukan Rusia diberikan imbalan uang tunai sebesar $15.000, gaji bulanan sebesar $5.000, dan janji kewarganegaraan Rusia. Imbalan ini jauh lebih tinggi dibandingkan dengan gaji yang diterima oleh pejuang Yaman di Yaman.

Banyak pejuang Yaman yang telah bergabung dengan pasukan Rusia, termasuk mereka yang sebelumnya bertempur di garis depan di Yaman. Mereka dipilih karena pengalaman tempur mereka, dan dijanjikan bahwa mereka akan ditempatkan di garis depan di Ukraina.

Kondisi yang Berat

Namun, banyak pejuang Yaman yang telah bergabung dengan pasukan Rusia melaporkan bahwa kondisi di garis depan di Ukraina jauh lebih berat dibandingkan dengan apa yang mereka alami di Yaman. Mereka melaporkan bahwa mereka dipaksa untuk bertempur tanpa peralatan yang memadai, dan bahwa mereka dilarang meninggalkan garis depan sampai mereka menyelesaikan kontrak satu tahun dengan pasukan Rusia.

Banyak pejuang Yaman yang telah bergabung dengan pasukan Rusia telah melaporkan bahwa mereka telah terluka atau terbunuh dalam pertempuran. Beberapa di antara mereka telah meminta bantuan kepada pemerintah Yaman untuk membantu mereka kembali ke Yaman, namun pemerintah Yaman belum mengambil tindakan apa pun.

Perspektif Islam Aswaja

Dalam perspektif Islam Aswaja, perang dan kekerasan tidak boleh digunakan sebagai sarana untuk mencapai tujuan. Islam mengajarkan bahwa perang hanya boleh dilakukan dalam keadaan darurat dan sebagai upaya terakhir untuk melindungi diri dan komunitas. Oleh karena itu, para pejuang Yaman yang bergabung dengan pasukan Rusia harus mempertimbangkan kembali tindakan mereka dan mencari jalan damai untuk menyelesaikan konflik.

Dirangkum dari: Middle East Eye