Sahrawi Dukung Aljazair di Piala Dunia 2026
19 Jun 2026, 11.01

Sahrawi di pengungsian Aljazair mendukung tim nasional Aljazair di Piala Dunia 2026, bukan Maroko. Dukungan ini berakar pada sejarah dan perjuangan politik bersama.
Sahrawi telah tinggal di pengungsian Aljazair selama hampir lima dekade setelah melarikan diri dari Sahara Barat. Mereka melarikan diri setelah Spanyol menarik diri dari wilayah tersebut pada 1970-an dan pecahnya perang antara Maroko dan Polisario, gerakan yang memperjuangkan kemerdekaan Sahara Barat.
Sejarah Konflik
konflik di Sahara Barat bermula ketika Spanyol menarik diri dari wilayah tersebut. Maroko dan Mauritania kemudian mengklaim wilayah tersebut, yang menyebabkan perang dengan Polisario. Banyak Sahrawi yang melarikan diri ke pengungsian Aljazair.
Sahrawi di pengungsian Aljazair memiliki ikatan yang kuat dengan Aljazair, yang telah memberikan mereka tempat tinggal dan dukungan. Mereka juga memiliki ikatan yang kuat dengan tim nasional Aljazair, yang mereka anggap sebagai tim mereka sendiri.
Dukungan untuk Aljazair
Dukungan untuk Aljazair di kalangan Sahrawi sangat kuat. Mereka mengikuti setiap pertandingan tim nasional Aljazair dan mendukung mereka dengan sepenuh hati.
'Saya pikir tim Aljazair akan melakukan dengan baik,' kata Hafdala Mohamed, salah satu pengungsi Sahrawi. 'Saya mendukung Aljazair tanpa syarat,' tambah Brahim Salem, pengungsi Sahrawi lainnya.
Bacaan ini bagian dari ikhtiar SantriOnline dalam membina generasi muslim Indonesia: aqidah yang kukuh, adab yang hidup, ilmu yang terus tumbuh, dan keterampilan yang siap dipakai.



