Slovenia Turun Bendera Palestina
5 Jun 2026, 23.00

Perdana Menteri Slovenia yang baru, Janez Jansa, memulai masa jabatannya dengan memerintahkan penghapusan bendera Palestina dari gedung pemerintahan utama di Ljubljana. Bendera tersebut telah berkibar selama dua tahun di sana.
Langkah ini menandai perubahan kebijakan luar negeri Slovenia yang lebih pro-Israel. Jansa dikenal sebagai pendukung Israel dan telah menentang pengakuan Palestina sebagai negara. Ia juga telah menyatakan dukungan untuk Israel dalam serangannya terhadap Gaza dan negara-negara lain di wilayah tersebut.
Reaksi Israel dan Mantan Perdana Menteri
Israel dengan cepat menyambut perubahan kebijakan ini. Menteri Luar Negeri Israel, Gideon Sa'ar, berterima kasih kepada Jansa dan mengumumkan bahwa Israel akan membuka kedutaan besar di Ljubljana tanpa penundaan.
Mantan Perdana Menteri Slovenia, Robert Golob, yang memimpin Slovenia selama empat tahun, telah mengutuk Israel karena melanggar hukum internasional dan melakukan "tindakan genosida yang jelas" di Gaza. Pemerintahannya membuat Slovenia menjadi negara anggota Uni Eropa pertama yang melarang semua perdagangan senjata dengan Israel.
Perubahan Kebijakan dan Dampaknya
Jansa diharapkan akan membalikkan beberapa kebijakan Golob, termasuk pengakuan Slovenia terhadap Palestina. Golob menyatakan bahwa penghapusan bendera Palestina adalah tindakan pertama pemerintah baru dan "berbicara lebih dari seribu kata". Ia juga menyatakan bahwa bendera tersebut tidak hanya mewakili Palestina, tetapi juga keadilan, martabat, kasih sayang, kemanusiaan, dan perdamaian.
Bacaan ini bagian dari ikhtiar SantriOnline dalam membina generasi muslim Indonesia: aqidah yang kukuh, adab yang hidup, ilmu yang terus tumbuh, dan keterampilan yang siap dipakai.



