Tim Iran Keluhkan Pembatasan di Piala Dunia
17 Jun 2026, 11.01

Tim nasional sepak bola Iran mengeluhkan pembatasan yang diberlakukan oleh Amerika Serikat selama Piala Dunia. Pembatasan tersebut membuat jadwal perjalanan tim menjadi tidak teratur dan mempengaruhi performa mereka di lapangan.
Permasalahan Pembatasan
Menurut pelatih kepala Amir Ghalenoei, tim Iran dipaksa untuk meninggalkan Los Angeles segera setelah pertandingan melawan Selandia Baru. Hal ini membuat tim tidak dapat melakukan sesi pemulihan yang direncanakan sebelumnya.
Pembatasan ini juga membuat beberapa staf tim Iran tidak dapat memasuki Amerika Serikat. Presiden federasi sepak bola Iran, beberapa staf manajemen, dan beberapa staf media tidak dapat hadir di Piala Dunia.
Tanggapan FIFA
FIFA telah mencoba untuk membantu tim Iran, tetapi menurut pemain tim Iran, Mehdi Taremi, bantuan tersebut tidak cukup. Taremi menyatakan bahwa FIFA harus lebih kuat dalam menghadapi masalah ini.
Presiden FIFA, Gianni Infantino, telah mengunjungi tim Iran dan berbicara dengan pemain dan pelatih. Namun, menurut Taremi, Infantino tidak dapat melakukan banyak hal untuk membantu tim Iran karena pembatasan yang diberlakukan oleh Amerika Serikat.
Perspektif Islam Aswaja
Dalam perspektif Islam Aswaja, penting untuk menjaga sportivitas dan kesabaran dalam menghadapi kesulitan. Tim Iran harus terus berjuang dan berusaha untuk memberikan yang terbaik dalam pertandingan, meskipun menghadapi pembatasan dan kesulitan. Dengan demikian, mereka dapat menjadi contoh bagi umat Islam lainnya dalam menjaga kesabaran dan sportivitas dalam menghadapi kesulitan.
Bacaan ini bagian dari ikhtiar SantriOnline dalam membina generasi muslim Indonesia: aqidah yang kukuh, adab yang hidup, ilmu yang terus tumbuh, dan keterampilan yang siap dipakai.



