Trump Minta Iran dan Israel Berhenti Bertempur
8 Jun 2026, 11.00

Presiden AS Donald Trump meminta Iran dan Israel untuk segera menghentikan pertempuran, setelah kedua negara melakukan serangan balasan dengan peluru kendali.
Escalasi Konflik
Pertempuran ini memicu kekhawatiran tentang keruntuhan gencatan senjata yang rapuh. Iran meluncurkan serangan-serangan terhadap utara Israel sebagai balasan atas serangan Israel di Beirut, yang menewaskan setidaknya dua orang dan melukai 20 lainnya.
Israel melakukan serangan balasan, meskipun Trump dilaporkan telah meminta Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk menahan diri dari melakukan serangan. Trump berharap dapat menyelamatkan pembicaraan perdamaian yang semakin genting.
Tanggapan Internasional
Kritikus menilai bahwa upaya Trump untuk mencegah Netanyahu menyerang Iran telah gagal. Senator AS Chris Murphy mengatakan bahwa gelombang serangan terbaru ini memperburuk 'humiliation' Trump.
Jurubicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, mengatakan bahwa AS bertanggung jawab atas eskalasi konflik di wilayah tersebut. Ia menegaskan bahwa tujuan dari negosiasi adalah untuk mengakhiri perang melawan Iran dan mencapai perdamaian di Lebanon.
Bacaan ini bagian dari ikhtiar SantriOnline dalam membina generasi muslim Indonesia: aqidah yang kukuh, adab yang hidup, ilmu yang terus tumbuh, dan keterampilan yang siap dipakai.



