UEA dan Bahrain Tolak Kondemnasi GCC atas Pembukaan Kedutaan Somaliland di Yerusalem

26 Mei 2026, 11.01

Thumbnail UEA dan Bahrain Tolak Kondemnasi GCC atas Pembukaan Kedutaan Somaliland di Yerusalem

UEA dan Bahrain tidak bergabung dengan negara-negara GCC lainnya dalam mengutuk rencana Somaliland membuka kedutaan di Yerusalem.

Somaliland berencana membuka kedutaan di Yerusalem setelah Israel mengakui wilayah tersebut sebagai negara pada tahun 2025. Duta besar Somaliland untuk Israel, Mohamed Hagi, mengatakan bahwa keputusan ini diambil setelah Israel menjadi negara pertama yang mengakui Somaliland sebagai negara pada tahun 2025.

Reaksi Internasional

Menteri luar negeri dari empat negara GCC - Kuwait, Oman, Qatar, dan Arab Saudi - bergabung dengan Mesir, Yordania, Turki, Pakistan, Indonesia, Djibouti, Somalia, Palestina, Sudan, Yaman, Lebanon, Mauritania, Aljazair, Bangladesh, dan Maroko dalam mengutuk langkah "ilegal dan tidak dapat diterima" yang diambil oleh Somaliland dengan membuka kedutaan di Yerusalem yang diduduki.

Sekretaris Jenderal GCC, Jasem Mohamed Albudaiwi, juga mengecam keputusan pembukaan kedutaan sebagai pelanggaran hukum internasional dan PBB.

Latar Belakang

Somaliland menyatakan kemerdekaan dari Somalia pada tahun 1991, tetapi masih diakui secara internasional sebagai bagian dari Somalia oleh PBB, Uni Afrika, dan sebagian besar pemerintah di dunia.

Hubungan UEA dengan Somaliland dimulai pada tahun 2017, ketika pemerintah UEA menerima tawaran untuk mendirikan pangkalan militer di sana, dengan harapan bahwa hubungan ini akan memperkuat kasus kemerdekaan Somaliland.

Dirangkum dari: Middle East Eye