Upaya AS Untuk Mereunifikasi Lembaga Libya Dihadapkan Pada Pertentangan
31 Jul 2026, 11.00

Upaya Amerika Serikat untuk mereunifikasi lembaga Libya menghadapi pertentangan yang meningkat. Utusan AS, Massad Boulos, telah mengadakan pertemuan dengan berbagai faksi Libya, tetapi tidak ada jalan yang jelas untuk mencapai reunifikasi.
Latar Belakang
Libya telah terbagi menjadi dua wilayah sejak pecahnya perang saudara kedua pada tahun 2014. Wilayah timur dikuasai oleh Khalifa Haftar dan sekutunya, sedangkan pemerintah yang didukung PBB dipimpin oleh Abdul Hamid Dbeibah di Tripoli.
Pada bulan September tahun lalu, Boulos menyatakan bahwa AS akan secara aktif mempromosikan reunifikasi lembaga Libya. Namun, hingga saat ini, tidak ada kemajuan yang signifikan dalam proses reunifikasi.
Pertentangan
Banyak faksi Libya yang meragukan tujuan AS dan khawatir bahwa upaya reunifikasi akan memperkuat keluarga Haftar. Pada bulan Juni, dilaporkan bahwa AS mendorong kesepakatan yang akan membuat Saddam Haftar, putra Khalifa Haftar, memimpin Dewan Presidensial Libya.
Hal ini memicu protes dari berbagai faksi Libya, termasuk kota Misrata, yang telah lama menentang keluarga Haftar. Pada saat Boulos tiba di Misrata, dia disambut oleh puluhan pengunjuk rasa yang menentang kedatangannya dan mengecam apa yang mereka sebut sebagai "kesepakatan curang".
Pelajaran
Upaya reunifikasi Libya harus dilakukan dengan hati-hati dan transparan. AS dan masyarakat internasional harus memastikan bahwa proses reunifikasi tidak memperkuat kelompok-kelompok yang telah terlibat dalam pelanggaran hak asasi manusia dan korupsi.
Libya membutuhkan solusi yang adil dan demokratis untuk mengatasi konflik yang telah berlangsung selama bertahun-tahun. Masyarakat internasional harus mendukung upaya reunifikasi Libya dengan memastikan bahwa proses tersebut dilakukan dengan cara yang transparan, adil, dan demokratis.
Bacaan ini bagian dari ikhtiar SantriOnline dalam membina generasi muslim Indonesia: aqidah yang kukuh, adab yang hidup, ilmu yang terus tumbuh, dan keterampilan yang siap dipakai.



