Ilmu Tajwid Lengkap

Jalur Qur'an/Tahsin yang diperluas dari PDF tajwid praktis: dimulai dari pengantar bunyi huruf, lalu bertahap ke nun sukun, mim sukun, idgham, lam ta'rif, sampai mad.

Bagian 2 dari 3 115 halaman

— Bagian 2 · QOLQOLAH artinya : memantul / pantulan. —

Bagian 2

قَلْقَلَةٌ كُبْرَى

QOLQOLAH artinya : memantul / pantulan.

KUBRO artinya : lebih besar.

Hukum bacaan disebut QOLQOLAH KUBRO yakni apabila <ins>salah satu huruf</ins> qolqolah berharokat sukun (mati) karena waqof (berhenti).

Cara membacanya lebih jelas dan lebih berkumandang.

Contoh :

| ق | : | بِالْبَيْتِ الْعَتِيْقِ ○ | dibaca BIL BAITIL 'ATIIQ | | ق | : | فَجٍّ عَمِيْقٍ ○ | dibaca FAJJI 'AMIIQ | | ق | : | زَفِيْرٌ وَشَهِيْقٌ ○ | dibaca ZAFIRUWWASYAHIQ | | ط | : | قَوْمَ لُوْطٍ ○ | dibaca QOUMI LUUTH | | ط | : | شَيْءٍ مُّحِيْطٌ ○ | dibaca SYAI-IMMUHIITH |

ILMU TAJWID PRAKTIS 61

ط : O فَيَرَوْسُ فَتُوْرُوْنَهُ dibaca FAYA-USUNGQUNUUTH

ب : O تَقْوَى الْقُلُوْبِ dibaca TAQWALQULUUB

ب : O سَرِيْعُ الْحِسَابِ dibaca SARI'UL HISAAB

ب : O إِسْحَقَ يَعْقُوْبَ dibaca ISHAAQO YA'QUUB

ج : O زَوْجٌ بَهِيْجٌ dibaca ZAUJIMMBAHIIJ

ج : O ذَاتِ الْبُرُوْجِ dibaca DZAATILBURUUJ

ج : O مِنْ فُرُوْجٍ dibaca MINGFURUUJ

د : O مَا يُرِيْدُ dibaca MAA YURIID

د : O وَعَادُوْا تَسَمُّدُ dibaca WA'AADUWWATSAMUUD

د : O وَالرُّكَّعِ السُّجُوْدِ dibaca WARRUKKI'ISSUJUUD

62 ————————————— ILMU TAJWID PRAKTIS

HA' DLOMIR (Kinayah) berbentuk : ه (ha').

Huruf ha' ini menunjukkan kata ganti nama orang ketiga tunggal jenis laki-laki (dlomir lilmudzakkar lilghoibi).

Bila sebelumnya atau sesudahnya ada huruf hidup, maka di sebut Ha' Kinayah.

<ins>Contoh:</ins>

  • إِنَّهُ لَا يُحِبُّ dibaca INNAHUU LAA YUHIBBU

  • قَوْمِهِ فَقَالَ dibaca QOUMIHII FAQOOLA

Semua ha' dlomir ini dibaca panjang dua ketukan, kecuali :

  • فَأَلْقِهِ dibaca FA-ALQIHI

  • يُرْضِهِ dibaca YURDLIHI

  • أَرْجِهِ dibaca ARJIHI

Jika ha' dlomir itu terletak sesudah huruf mati, sedangkan sesudahnya huruf hidup, maka ia dibaca pendek. Kecuali firman ALLAH :

فِيهِ مُهَانًا Dalam hal ini dibaca dua harokat ; FIIHII MU-HAANAN

ILMU TAJWID PRAKTIS 63

Memanjangkan bacaan suara huruf dengan panjang satu ALIF atau dua harokat, dua ALIF atau empat harokat dan tiga ALIF atau enam harokat, ada bermacam-macam, yakni :

MAD artinya : panjang.

THOBI'II artinya : biasa.

Hukum bacaan disebut MAD THOBI'I yakni apabila huruf yang dipanjangkan bunyi suaranya berupa :

a. Huruf berharokat dlommah ( ـُ ) dan sesudahnya terdapat huruf WAU SUKUN ( وْ ).

b. Huruf berharokat kasroh ( ـِ ) dan sesudahnya terdapat huruf YAA' SUKUN ( يْ ).

c. Huruf berharokat fathah ( ـَ ) dan sesudahnya terdapat huruf ALIF ( ا ).

Huruf-huruf ا , يْ dan وْ disebut huruf MAD.

Cara membacanya harus dipanjangkan satu ALIF / dua harokat.

64 ————————————— ILMU TAJWID PRAKTIS

و bertemu و : يَسْتَبْشِرُونَ

harus dibaca YASTABSYIRUUNA

و bertemu و : أَنْ تَكُونَ

harus dibaca ANNTAKUUNA

و bertemu و : وَيَقْذِفُونَ

harus dibaca WAYAQDZIFUUNA

و bertemu و : أُجُورَكُمْ

harus dibaca UJUUROKUM

و bertemu و : وَقُولُوا لَهُمْ

harus dibaca WAQUULUULAHUM

ـــ bertemu ي : لَا يُضِيعُ

harus dibaca LAA YUDLII'U

ـــ bertemu ي : أَجْرٌ عَظِيمٌ

harus dibaca AJRUN 'ADHIIMUN

ـــ bertemu ي : صِدِّيقِينَ

harus dibaca SHOODIQIINA

ـــ bertemu ي : رَأَيْتَ الْمُنَافِقِينَ

harus dibaca ROAITALMUNAAFIQIINA

ILMU TAJWID PRAKTIS ————————————— 65

ـ bertemu ي : فِي سَبِيلِ اللهِ

harus dibaca FII SABIILILLAAHI

ـ bertemu ا : جَعَلْنَاكُمْ

harus dibaca JA'ALNAA LAKUM

ـ bertemu ا : فَقَدْفَازَ

harus dibaca FAQODFAAZA

ـ bertemu ا : أَمْوَالَهُمْ

harus dibaca AMWAALAHUM

ـ bertemu ا : أَمْوَالِكُمْ

harus dibaca AMWAALIKUM

ـ bertemu ا : مَابِصَاحِبِكُمْ

harus dibaca MAA BISHOOHIBIKUM

2. MAD WAJIB MUTTASHIL

مَدٌّ وَاجِبٌ مُتَّصِلٌ

MAD artinya : panjang.

WAJIB artinya : harus.

MUTTASHIL artinya : bersambung.

Hukum bacaan disebut MAD WAJIB MUTTASHIL yakni apabila

66 _________________ ILMU TAJWID PRAKTIS

ada MAD THOBI'II bertemu dengan HAMZAH ( ء ) berharokat hidup di dalam satu kata/kalimat.

Cara membacanya wajib dipanjangkan sampai dua setengah ALIF atau lima harokat atau dua setengah kali panjang MAD THOBI'II.

Contoh :

  • مِنْهُ الْمَآءُ dibaca MINHULMAAAAA-U

  • صَفْرَآءُ dibaca SHOFROOOOO-U

  • دُعَآءَ dibaca DU'AAAAA-AN

  • مَرْيَشَآءُ dibaca MAYYASYAAAAA-U

  • فَبَآءُ dibaca FABAAAAA-U

  • أَحْيَآءَ dibaca AHYAAAAA-UN

  • سَوَآءَ dibaca SAWAAAAA-UN

  • أَمَنَ الشُّفَهَآءُ dibaca AAMANASSUFAHAAAA-U

  • شُهَدَآءَ dibaca SYUHADAAAAA-A

  • وَلَوْشَآءَ dibaca WALAUSYAAAAA-A

مَدٌّ جَائِزٌ مُنْفَصِلٌ

MAD artinya : panjang.

JAIZ artinya : boleh.

ILMU TAJWID PRAKTIS 67

MUNFASHIL artinya : terpisah.

Hukum bacaan disebut MAD JAIZ MUNFASHIL yakni apabila MAD THOBI'II berhadapan dengan HAMZAH (ء) di lain perkataan.

Cara membacanya lebih baik dipanjangkan seperti panjangnya MAD WAJIB MUTTASHIL, tetapi juga boleh dipanjangkan seperti panjang bacaan MAD THOBI'II.

Contoh :

  • فِيهَآ أَبَدًا dibaca FIIHAAAAA-ABADAN

  • بِمَآ أُنزِلَ dibaca BIMAAAAA-UNGZILA

  • وَمَآ أُنزِلَ dibaca WAMAAAAA-UNGZILA

  • ذُرِّيَّتَنَآ أُمَّةً dibaca DZURRIYYATINAAAAAA-UM-MATAN

  • بِهَآ إِلَى ٱلْحُكَّامِ dibaca BIHAAAAA-ILAL HUKKAAMI

4. MAD LAZIM MUTSAQQOL KILMI

مَدٌّ لَازِمٌ مُثَقَّلٌ كِلْمِيْ

MAD artinya : panjang.

LAZIM artinya : pasti.

MUTSAQQOL artinya : diberatkan.

KILMI berasal dari kata KALIMAH artinya : kata/kalimat.

Hukum bacaan disebut MAD LAZIM MUTSAQQOL KILMI

68 ILMU TAJWID PRAKTIS

yakni apabila MAD THOBI'II berhadapan dengan huruf yang bertasydid di dalam satu perkataan.

Cara membacannya harus dipanjangkan lebih dahulu sepanjang 3 alif atau 6 harokat baru ditasydidkan.

Contoh :

  • هُمُ الضَّآلُّونَ dibaca HUMUDLDLOOOOOOLUUN

  • وَلَا الضَّآلِّينَ dibaca WALADLDLOOOOOOLLIIN

  • إِلَّا الضَّآلُّونَ dibaca ILLADLDLOOOOOOLUUN

  • جَآءَتِ الطَّآمَّةُ dibaca JAAAAA-AITTHTHOOOOOOO-MMATU

  • فِي السِّلْمِ كَآفَّةً dibaca FISSILMI KAAAAAAFFATAN

مَدٌّ لَازِمٌ مُخَفَّفٌ كِلْمِيْ

MAD artinya : panjang.

LAZIM artinya : pasti.

MUKHOFFAF artinya : diringankan.

KILMI berasal dari kata KALIMAH artinya : kata/kalimat.

. Hukum bacaan disebut MAD LAZIM MUKHOFFAF KILMI yakni apabila MAD THOBI'II bertemu dengan huruf yang berharokat SUKUN tidak di akhir perkataan.

ILMU TAJWID PRAKTIS 69

Cara membacanya seperti MAD LAZIM MUTSAQQOL KILMI (dipanjangkan sampai tiga alif atau enam harokat).

Di dalam Al-Qur'an yang menurut hukum ini hanya ada satu contoh yang ada di dua tempat dalam surat Yunus (يونس) yaitu:

آلْـَٔـنَ harus dibaca AL-AAAAAANA

6. MAD LAYYIN

مَدْلَيِّنْ

MAD artinya: panjang.

LAYYIN atau LEIN artinya: lunak atau lemas.

Hukum bacaan disebut MAD LAYYIN yakni apabila ada huruf MAD, baik yang berupa WAU SUKUN (وْ) atau YAA' SUKUN (يْ) didahului oleh huruf yang berharokat FATHAH (َ).

Cara membacanya dengan lunak dan lemas.

Contoh:

  • بِالْغَيْبِ dibaca BILGHOIBI

  • عَلَيْهِ dibaca 'ALAIHI

  • عَلَيْكُمْ dibaca "ALAIKUM

  • إِلَيْكَ dibaca ILAIKA

  • يَدَيْهَا dibaca YADAIHAA

70 _________________________ ILMU TAJWID PRAKTIS

  • فَتَمَنَّوُا الْمَوْتَ dibaca FATAMANNAWULMAUTA

  • فَوْقَكُمْ dibaca FAUQOKUM

  • يَوْمَ dibaca YAUMA

  • قَوْمًا dibaca QOUMAN

  • تَوْبَتُهُمْ dibaca TAUBATUHUM

مَدْ عَارِضٍ لِسُّكُوْنٍ

MAD artinya : panjang.

'ARIDL artinya : tiba-tiba ada.

LI artinya : karena.

SUKUN artinya : mati.

Hukum bacaan disebut MAD 'ARIDL LISSUKUN yakni apabila ada Mad Thobi'i atau Mad Layyin dan sesudahnya ada waqof (tempat berhenti).

Cara membacanya ada 3 macam :

a. Yang lebih utama, yakni dibaca panjang, sama dengan MAD WAJIB MUTASHIL (tiga alif atau enam harokat).

b. Yang pertengahan (sedang), yakni dibaca dua ALIF atau empat harokat (dua kali MAD THOBI'II).

c. Yang pendek, yakni boleh hanya dibaca seperti MAD THOBI'II biasa (dua harokat).

ILMU TAJWID PRAKTIS _________________________ 71

إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ ○ - بِغَيْرِ حِسَابٍ ○ -
صِرَاطٍ مُّسْتَقِيمٍ ○ - شَدِيدُ الْعِقَابِ ○ -
وَهُمْ يَعْمَلُونَ ○ - بِهِمُ الْأَسْبَابَ ○ -
عَمَّا تَعْمَلُونَ ○ - مِنَ النَّارِ ○ -
لَهُ عَبِدُونَ ○ - شَدِيدُ الْعَذَابِ ○ -
وَلَا تَكْفُرُونَ ○ - إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ ○ -
هُمُ الْمُهْتَدُونَ ○ - عَدُوٌّ مُّبِينٌ ○ -
لَا يُظْلَمُونَ ○ - شَاكِرٌ عَلِيمٌ ○ -

8.

MAD SHILAH QOSHIROH<br/>مَدُّ صِلَةٍ قَصِيرَةٍ

MAD artinya : panjang.

SHILAH artinya : hubungan.

QOSHIROH artinya : pendek.

Hukum bacaan disebut MAD SHILAH QOSHIROH yakni apabila ada huruf HAA' DLOMIIR / kata ganti orang (benda) ketiga yang berupa ( ـه ـ ه ) berada sesudah huruf hidup (berharokat) dan sesudahnya tidak bertemu / dihubungkan dengan huruf bersukun atau huruf bertasydid dan atau huruf alif.

72 ——————————————— ILMU TAJWID PRAKTIS

Cara membacanya dipanjangkan sampai satu ALIF atau dua harokat atau seperti panjang Mad Thobi'ii.

Contoh:

  • بِهِ عِنْدَ dibaca BIHII 'INNDA

  • وَرَسُوْلُهُ كُنْتُمْ dibaca WAROSULIHII KUNNTUM

  • بِيَدِهِ عُقْدَةُ dibaca BIYADIHIII 'UQDATU

  • اٰيَةً لَّعَلَّكُمْ dibaca AAYAATIHII LA' ALLAKUM

  • جُنُوْدِهٖ قَالُوْا dibaca JUNUUDIHII QOOLUU

  • لَهُ مُلْكُ dibaca LAHUU MULKU

  • اَجْرُهُ عِنْدَ dibaca AJRUHUU 'INNDA

  • وَعَدَّدَهُ يَحْسِبُ dibaca WA'ADDADAHUU YAHSIBU

  • وَرَحْمَتُهُ لَكُنْتُمْ dibaca WAROHMATUHUU LAKUN-NTUM

  • اِنَّهُ هُوَ dibaca INNAHUU HUWA

CATATAN:

Apabila sebelum Ha' Dlomir tadi huruf mati (sukun) atau apabila dihubungkan dengan huruf yang lain sesudahnya, maka Ha' tadi tidak boleh dipanjangkan.

ILMU TAJWID PRAKTIS73

Contoh :

Ha' dlomir yang didahului huruf SUKUN :

  • يَدَيْهِ dibaca YADAIHI

  • وَجْهُهُ dibaca WAJHU

  • عَلَيْهِ dibaca 'ALAIHI

  • فِيهِ dibaca FIIHI

  • أَخُوهُ dibaca AKHUUHU

Ha' dlomir yang dihubungkan dengan huruf lain :

  • لَهُ الدِّينُ

  • أَنَّهُ الْحَقُّ

  • رَبِّهِ الْأَعْلَى

  • مِنْهُ ائْتِنَا

  • فَتَنَفَّعُهُ الذِّكْرَى

  • تَحْمِلُهُ الْمَلَائِكَةُ

Kecuali satu di dalam Al-Qur'an, yaitu :

فِيهِ مُهَانًا harus dibaca FIIHII MUHAANAN

9. MAD SHILAH THOWILAH

مَدُّ صِلَةٍ طَوِيلَةٍ

MAD artinya : panjang. SHILAH artinya : hubungan.

74 _____________________ ILMU TAJWID PRAKTIS

THOWILAH artinya : panjang.

Hukum bacaan disebut MAD SHILAH THOWILAH yakni apabila Mad Shilah Qoshiroh bertemu dengan HAMZAH ( ء ) didahului oleh huruf yang berharokat hidup.

Cara membacanya seperti bacaan MAD JAIZ MUNFASHIL, artinya boleh dipanjangkan sampai dua setengah Alif atau satu Alif seperti Mad Thobi'ii.

Contoh :

أَمَرَهُ رَأْفًا عِنْدَهُ الْأَبَادِيُّهِ
مِنْ دُونِهِ إِلَهًا أَنَّ مَالَهُ أَخْلَدَهُ
عَلَى مَرْيَمَ إِلَّا مُنْذِرُونَ إِلَّا هَا
وَرَسُولَهُ إِلَّا رَبَّهُ أَحَدًا
وَأَزْوَاجَهُ أُمَّهَاتُهُمْ عَلِيمًا إِلَّا

10. MAD 'IWADL

مَدُّ عِوَضٍ

MAD artinya : panjang.

'IWADL artinya : ganti tanwin.

Yakni tanwin tadi diganti dengan Mad atau Alif yang menyebabkan bacaan panjang itu.

Hukum bacaan disebut MAD 'IWADL yakni apabila ada FAT-HATAIN ( ـً ) yang jatuh pada waqof (pemberhentian), pada akhir

ILMU TAJWID PRAKTIS ————————————— 75

kalimat (selain ta' marbuthoh) atau disebut MAD pengganti TANWIN sehingga tanwin tidak berbunyi lagi.

Cara membacanya dipanjangkan satu Alif seperti Mad Thobi'ii.

Contoh:

  • عَذَابًا أَلِيمًا dibaca 'ADZAABAN ALIIMAA

  • أَكْلًا لَّمًّا dibaca AKLALLAMMAA

  • عَلِيمًا حَكِيمًا dibaca 'ALIIMAN HAKIIMAA

  • دَكًّا دَكًّا dibaca DAKKANNDAKKAA

  • هَجْرًا جَمِيلًا dibaca HAJRONYJAMILAA

  • كَانَ مِيقَاتًا dibaca KAANA MIIQOOTAA

  • شَيْءٍ عَدَدًا dibaca SYAI-IN 'ADADAA

  • مَسْرُورًا dibaca MASRUUROO

  • سَبْعًا شِدَادًا dibaca SAB'ANYNGSYIDAADAA

  • نَهَا تَفْجِيرًا dibaca NAHAA TAFJJIROO

  • سَمِيعًا بَصِيرًا dibaca SAMII'AMMBASHIIROO

  • رَبُّهُمْ رَشَدًا dibaca ROBBUHUM ROSYADAA

  • ذَلِكَ سَبِيلًا dibaca DZAALIKA SABIILAA

MAD artinya : panjang.

BADAL artinya : ganti.

Hukum bacaan disebut sebagai MAD BADAL yakni apabila ada HAMZAH ( ء ) bertemu dengan MAD yang berasal dari HAMZAH SUKUN, kemudian hamzah ini diubah dan diganti dengan ALIF ( ا ), WAU ( و ) atau YAA' ( ي ).

Cara membacanya harus dipanjangkan satu alif atau dua harokat seperti MAD THOBI'II.

Contoh :

  • أُوْتُوْا dibaca UUTUU

  • إِيْتُوْنِيْ dibaca IITUUNII

  • آدَمَ dibaca AADAMA

  • إِيْمَانَ dibaca IIMAANU

  • آتُوْا dibaca AATUU

  • أُوْتِيَ dibaca UUTIYA

Karena yang sebenarnya, huruf Mad yang ada di situ tadi asalnya HAMZAH yang jatuh mati (sukun), kemudian di ganti dengan ALIF ( ا ), WAU ( و ) atau YAA' ( ي ).

76 _________________________ ILMU TAJWID PRAKTIS

ILMU TAJWID PRAKTIS _________________________ 77

| أُوتُوا | asalnya | أَوْتُوا | | إِيتُونِي | asalnya | إِئْتُونِي | | آدَمَ | asalnya | أَأْدَمَ | | إِيمَانُ | asalnya | إِئْمَانُ | | آتَوا | asalnya | أَأْتَوا | | أُوقِ | asalnya | أَوْقِ |

Keterangan :

a. Hamzah kedua pada kata أَأْتَوا & أَأْدَمَ diganti dengan huruf MAD yang sesuai yaitu huruf ALIF ( ا ), sehingga menjadi :

  • آتُوا (a'tuu) kemudian آتُوا (aatuu) ditulis آتُوا (aatuu)

  • آدَمُ (a'damu) kemudian آدَمُ (aadamu) ditulis آدَمُ (aadamu)

b. Hamzah kedua pada kata أَوْتُوا & أَوْقِ diganti dengan huruf MAD yang sesuai yaitu huruf WAU SUKUN ( وْ ), sehingga menjadi :

  • أُوتُوا (u'tuu) kemudian أُوتُوا (uutuu)

78 _____________________ ILMU TAJWID PRAKTIS

ditulis أُوتِيَ (uutuu)

  • أُوتِيَ (u'tiya) kemudian أُوتِيَ (uutiya) ditulis أُوتِيَ (uutiya)

c. Hamzah kedua pada kata إِيتُونِي & إِيمَانُ diganti dengan huruf MAD yang sesuai yaitu huruf YAA' SUKUN ( يْ ), sehingga menjadi :

  • إِيتُونِي (i'tuunii) kemudian إِيتُونِي (iituunii) ditulis إِيتُونِي (iituunii)

  • إِيمَانُ (i'maanu) kemudian إِيمَانُ (iimaanuu) ditulis إِيمَانُ (iimaanuu)

مَدٌّ لَازِمٌ حَرْفِيٌّ مُخَفَّفٌ

MAD artinya : panjang.

LAZIM artinya : pasti.

HARFI berasal dari kata HARFUN artinya : huruf.

MUKHOFFAF artinya : diringankan.

Hukum bacaan disebut MAD LAZIM MUKHOFFAF yakni apabila ada permulaan surat dari Al-Qur'an terdapat salah satu atau lebih dari huruf-huruf HAA' ( حٓ ), YAA' ( يٓ ), THO' ( طٓ ),

حَرْفُ طَهْرٍ

HA' ( ه ) dan RO' ( ر ).

Huruf-huruf ini terhimpun dalam perkataan :

Cara membacanya harus dipanjangkan satu Alif atau dua harokat atau sama dengan MAD THOBI'II.

Contoh :

  • حم dibaca HAAMIIM

  • يس dibaca YAASIIN

  • طه dibaca THOOHAA

  • طس dibaca THOOSIIN

مَدٌّ لَازِمٌ حَرْفِيٍّ مُثَقَّلٍ

MAD artinya : panjang.

LAZIM artinya : pasti.

HARFI berasal dari kata HARFUN artinya : huruf.

MUTSAQQOL artinya : diberatkan.

Hukum bacaan disebut MAD LAZIM HARFI MUTSAQQOL yakni apabila permulaan surat dari Al-Qur'an terdapat salah satu atau lebih dari huruf-huruf NUN ( ن ), QOF ( ق ), SHOD ( ص ), 'AIN ( ع ), SIN ( س ), LAM ( ل ), KAF ( ك ) dan MIM

ILMU TAJWID PRAKTIS ————————————— 79

80 ILMU TAJWID PRAKTIS

( م ). Huruf-huruf ini terhimpun dalam perkataan :

نَقْصُ عَسَلُكُمْ dan sesudah MAD terdapat suara huruf mati yang diidghomkan atau a, ydidkan.

Cara membacanya harus dipanjangkan, yaitu tiga ALIF atau enam harokat.

Contoh :

  • أَلْـمّ dibaca ALIFLAAAAAAMMIIIIIM

  • الْقَصّ dibaca ALIFLAAAAAAMMIIIIIMSHOOOOOOD

  • طَسْـمّ dibaca THOOSIIIIIMMIIIIIM

  • الرّ dibaca ALIFLAAAAAAMMIIIIIMROO

  1. MAD LAZIM MUSYABBA'

مَدٌّ لَازِمٌ مُشَبَّعٌ

MAD artinya : panjang.

LAZIM artinya : pasti.

MUSYABBA' artinya : dikenyangkan.

Hukum bacaan disebut MAD LAZIM MUSYABBA' adalah seperti MAD LAZIM HARFI MUSTAQQOL, hanya saja sesudah MAD terdapat suara huruf mati yang tidak diidghomkan atau ditasy-didkan.

ILMU TAJWID PRAKTIS 81

Cara membacanya harus dipanjangkan seperti MAD LAZIM HARFI MUTSAQQOL, yaitu tiga alif.

Contoh :

  • ص̃ dibaca SHOOOOOOOD

  • ق̃ dibaca QOOOOOOF

مَدّ تَمْكِيْنٍ

MAD artinya : panjang.

TAMKIN artinya : tempat atau penetapan (tepat).

Hukum bacaan disebut MAD TAMKIN yakni apabila ada YAA' SUKUN ( يْ ) yang didahului dengan YAA' yang bertasydid dan harokatnya kasroh ( يِّ ).

Cara membacanya ditepatkan dengan tasydid dan MAD THO-BI'II nya (sepanjang 2 harokat atau 1 alif).

Contoh :

  • وَإِذَا حُيِّيْتُمْ dibaca WAIDZAA HUYYIITUM

  • وَخَاتَمَ النَّبِيِّيْنَ dibaca WAKHOOTAMANNABIYYIINA

  • رَبَّانِيِّيْنَ dibaca ROBBAANIYYIINA

  • فِيْ الْأُمِّيِّيْنَ dibaca FILUMMIYYIINA

مَدْفَرْقٍ

MAD artinya: panjang.

FARQ artinya : membedakan atau pembedaan.

Hukum bacaan disebut MAD FARQ adalah satu MAD yang di dalam AL-Qur'an hanya terdapat di empat tempat.

Cara membacanya harus dipanjangkan untuk membedakan antara pertanyaan atau bukan, jadi dipanjangkannya itu supaya jelas bahwa kalimat itu berbentuk pertanyaan.

Empat(4) tempat itu adalah :

  • 2 tempat di surat Al-An'am yang berbunyi :

ءَآلذَّكَرَيْنِ حَرَّمَ أَمِ ٱلْأُنثَيَيْنِ

(AADZAKAROINI HARROMA AMIL UNTSAYAINI)

  • 1 tempat di surat Yunus yang berbunyi :

قُلْ ءَآللَّهُ أَذِنَ لَكُمْ

(QULAALLAAHU ADZINA LAKUM)

  • 1 tempat di surat An-Naml yang berbunyi :

ءَآللَّهُ خَيْرٌ أَمَّا يُشْرِكُونَ

(AALLAAHU KHOIRUN AMMAA YUSYRIKUUN)


82 _________________________ ILMU TAJWID PRAKTIS

ILMU TAJWID PRAKTIS ————————————— 83

WAQOF adalah berhenti sejenak atau putus bunyi suara dan berganti nafas. Tempatnya di akhir kata.

Cara membunyikan kalimat yang diberhentikan (diwaqofkan) adalah sebagai berikut :

  1. Apabila akhir kata-kata (kalimat) berupa huruf SUKUN, maka ketika berhenti (waqof) dibaca mati dengan terang dengan tidak ada perubahan.

<ins>Contoh :</ins>

فَلَا تَقْهَرْ - كَيْفَ سَطَحَتْ

لِرَبِّكَ وَانْحَرْ - لِرَبِّهَا وَحَقَّتْ

عَابِدِينَ مَا عَبَدْتُمْ - وَاسْمَعُوا وَاقْتَرِبْ

فَرَغِبْتَ فَانْصَبْ - وَلِبَابِكَ فَطَهِّرْ

رَبَّكَ فَارْغَبْ - فَقُمْ فَأَنْذِرْ

رَبَّكَ فَحَدِّثْ - وَرَبَّكَ فَكَبِّرْ

حِسَابُهُمْ - وَلِرَبِّكَ فَاصْبِرْ

84 ————————————— ILMU TAJWID PRAKTIS

  1. Apabila akhir kata-kata (kalimat) itu huruf yang berharokat FATHAH (ــَ), KASROH (ــِ) atau KASROTAIN (ــٍ) dan DLOMMAI ــُ) atau DLOMMAIAIN ( ــٌ), membacanya harus disuarakan lebih dahulu kemudian dibaca mati dengan terang menurut bacaan masing-masing.

Contoh :

إِذَاوَقَبَ dibaca إِذَاوَقَبْ
إِذَاحَسَدَ dibaca إِذَاحَسَدْ
وَمَاكَسَبَ dibaca وَمَاكَسَبْ
إِلَهِ النَّاسِ dibaca إِلَهِ النَّاسْ
عَلِمَ بِالْقَلَمِ dibaca عَلِمَ بِالْقَلَمْ
بِهَذَا الْبَلَدِ dibaca بِهَذَا الْبَلَدْ
كَعَصْفٍ مَّأْكُولٍ dibaca كَعَصْفٍ مَّأْكُولْ
مِنْ خَوْفٍ dibaca مِنْ خَوْفْ
سُوْطَ عَذَابٍ dibaca سُوْطَ عَذَابْ
هُوَالْمَجِيْدُ dibaca هُوَالْمَجِيْدْ
أَدْرَيْكَ مَاالطَّارِقُ dibaca أَدْرَيْكَ مَاالطَّارِقْ
وَلَاتَذَرُ dibaca وَلَاتَذَرْ

ILMU TAJWID PRAKTIS 85

- عَذَابٌ أَلِيمٌ dibaca عَذَابَ الِيمْ
- حَقٌّ مَعْلُومٌ dibaca حَقَّ مَعْلُومْ
- شَيْءٌ بَصِيرٌ dibaca شَيْءٍ بَصِيرْ
  1. Apabila akhir kata-kata (kalimat) itu berupa TA' MARBU-THOH ( ة ، ـة ), maka ketika berhenti dibaca dengan membunyikan menjadi HA' SUKUN ( هْ ، ـهْ ).

<ins>Contoh:</ins>

- عَلَى الْأَفْئِدَةِ dibaca عَلَى الْأَفْئِدَهْ
- نَارُاللهِ الْمُوقَدَةُ dibaca نَارُاللهِ الْمُوقَدَهْ
- فَلَا افْتَحِمَ الْعَقَبَةَ dibaca فَلَا افْتَحِمَ الْعَقَبَهْ
- فِي الْحُطَمَةِ dibaca فِي الْحُطَمَهْ
- أَدْرَيكَ مَا الْحُطَمَةُ dibaca أَدْرَيكَ مَا الْحُطَمَهْ
- كِرَامٍ بَرَرَةٍ dibaca كِرَامٍ بَرَرَهْ
- عَمَدٍ مُمَدَّدَةٍ dibaca عَمَدٍ مُمَدَّدَهْ
- نَارٌ حَامِيَةٌ صِدَةٌ dibaca نَارٌ حَامِيَةٌ صِدَهْ
- إِنَّهَا تَذْكِرَةٌ dibaca إِنَّهَا تَذْكِرَهْ

86 ILMU TAJWID PRAKTIS

مَتْرَبَةٌ dibaca مَتْرَبَةٌ
عِيشَةٌ رَّاضِيَةٌ dibaca عِيشَةٌ رَّاضِيَةٌ
فَأُمُّهُ هَاوِيَةٌ dibaca فَأُمُّهُ هَاوِيَةٌ
كُتُبٌ قَيِّمَةٌ dibaca كُتُبٌ قَيِّمَةٌ
  1. Apabila akhir kata-kata (kalimat) itu berupa huruf yang didahului dengan huruf mati, maka dibaca dengan mematikan dua huruf dengan suara pendek, atau dibunyikan sepenuhnya tetapi huruf yang terakhir dibaca setengah suara.

Contoh :

  • بِالصَّبْرِ dibaca BISHSHOBR (Ro' dibaca setengah suara)

  • مَطْلَعَ الْفَجْرِ dibaca MATHLA'ILFAJR (Ro' dibaca setengah suara)

  • لَيْلَةُ الْقَدْرِ dibaca LAILATILQODR (Ro' dibaca setengah suara)

  • إِذَا يَسْرِ dibaca IDZAAYASR (Ro' dibaca setengah suara)

  • ذَاتِ الصَّدْعِ dibaca DZAATISHSHOD' ('Ain dibaca setengah suara)

  • كَالْقَصْرِ dibaca KALQOSHR (Ro' dibaca setengah suara)

  • وَالْوَتْرِ dibaca WALWATR (Ro' dibaca setengah suara)

ILMU TAJWID PRAKTIS 87

بِالْهَزْلِ dibaca BILHAZL<br>(Lam dibaca setengah suara)
الذِّكْرِ dibaca ADZDZIKR<br>(Ro' dibaca setengah suara)
بِالْقِسْطِ dibaca BILQISTH<br>(Tho' dibaca setengah suara)
  1. Apabila akhir kata-kata (kalimat) itu berupa huruf yang didahului dengan MAD atau MAD LAYYIN (sebelum huruf akhir terdapat 3 huruf hijaiyah Alif, Ya' sukun dan Wau sukun), maka dibaca dengan mematikan huruf yang terakhir itu dengan memanjangkan madnya 2 harokat atau 4 harokat atau 6 harokat seperti MAD 'ARIDL LISSUKUN.

Contoh:

مِنْ جُوفٍ dibaca مِنْ جُوْفْ
وَالصَّيْفِ dibaca وَالصَّيْفْ
سَافِلِينَ dibaca سَافِلِيْنْ
الْحَكِيمِ dibaca الْحَكِيْمْ
يُرِيدُ dibaca يُرِيْدْ
أَبَابِيلَ dibaca أَبَابِيْلْ
عِلْمُ الْيَقِينِ dibaca عِلْمُ الْيَقِيْنْ
- تَعْبُدُونَ dibaca تَعْبُدُونَ
- صِدِّيقِينَ dibaca صِدِّيقِينَ
- سَاهُونَ dibaca سَاهُونَ
- وَثَمُودَ dibaca وَثَمُودَ
- لَكَنُودٌ dibaca لَكَنُودٌ
- فِي الْقُبُورِ dibaca فِي الْقُبُورِ
- يَعْمَلُونَ dibaca يَعْمَلُونَ
- يَفْقَهُونَ dibaca يَفْقَهُونَ
  1. Apabila akhir kalimat itu huruf yang berharokat FATHATAIN; FATHAH TEGAK; FATHAH bertemu Alif, maka dibaca dengan membunyikan menjadi fathah yang dipanjangkan 2 harokat dan berubah menjadi MAD 'IWADL.

Contoh :

- تَوَّابًا dibaca TAWWAABAA
- قَلِيلًا dibaca QOLIILAA
- جَمْعًا dibaca JAM'AA
- صُعُودًا dibaca SHO'UUDAA

88 _________________________ ILMU TAJWID PRAKTIS

ILMU TAJWID PRAKTIS _________________________ 89

  • مَسْرُوْرٌ dibaca MASRUUROO
  • وَمَا بَنَاهَا dibaca WAMAABANAAHAA
  • اَتْقٰلَهَا dibaca ATSQOOLAHAA
  • جَلَّاهَا dibaca JALLAAHAA
  • اَشْقٰهَا dibaca ASYQOOHAA
  • مُنْدَسِّهَا dibaca MANNDASSAAHAA
  • الذِّكْرٰى dibaca ADZDZIKROO
  • مَنْ يَّخْشٰى dibaca MAYYAKHSYAA
  • وَمُوْسٰى dibaca WAMUUSAA
  • وَاَبْقٰى dibaca WA-ABQOO
  • اِذَا يَغْشٰى dibaca IDZAA YAGHSYAA
  1. Apabila akhir kalimat itu adalah Wau sukun didahului harokat dlommah; atau Ya' sukun didahului harokat kasroh. Dibaca panjang 2 harokat atau 1 alif.

Contoh:

  • اَهْلِىْ
  • اَزْرِىْ
  • لِحْيَائِىْ
  • قَوْلِىْ

90 — ILMU TAJWID PRAKTIS

عِبَادِي - يَسْتَأْنِسُوا -

جَنَّتِي - لَا تَقْتُلُوا -

تَذَرِي - فَاعْتَبِرُوا -

لِنَفْسِي - صَلُّوا -

No. Tanda Waqof Keterangan
1. ه Berhenti pada akhir ayat.<br/>Contoh:<br/>فَاضْرِبُوا النَّسَبِيلًا ۚ
2. م WAQOF LAZIM : Harus berhenti.<br/>Contoh:<br/>وَاضْرِبْ لَهُم مَّثَلًا أَصْحَابَ الْقَرْيَةِ
3. ط WAQOF MUTLAK : Lebih baik berhenti.<br/>Contoh:<br/>مَلِكِ يَوْمِ الدِّينِ ۚ
4. ج WAQOF JAIZ : Boleh berhenti boleh terus.<br/>Contoh:<br/>فَرَادَهُمُ اللَّهُ مَرَضًا ۚ

ILMU TAJWID PRAKTIS 91

No. Tanda Waqof Keterangan
5. ج WAQOF MUJAWWAZ : Boleh berhenti, tapi lebih baik disambung dengan kata berikutnya.<br/>Contoh :<br/>أُولَٰئِكَ الَّذِينَ اشْتَرَوُا الْحَيَاةَ الدُّنْيَا
6. ص WAQOF MUROKHKHOSH : Diberi kebebasan berhenti pada kata yang terdapat tanda tersebut karena darurat, yang disebabkan oleh panjangnya ayat atau kehabisan nafas.<br/>Contoh :<br/>وَالسَّمَاءَ بِنَاءً وَأَنزَلَ
7. قف WAQOF AULA / WAQOF MUSTAHAB : Se-baiknya berhenti, tetapi tidaklah salah bila disambung dengan kata berikutnya.<br/>Contoh :<br/>وَإِذْ أَخَذْنَا مِيثَاقَ بَنِي إِسْرَائِيلَ لَا تَعْبُدُونَ<br/>إِلَّا اللَّهَ قف وَبِالْوَالِدَيْنِ
8. لا LAAWAQFA FIIHI / WASHOL : Larangan ber-henti, kecuali jika di bawahnya terdapat tanda awal ayat yang membolehkan waqof secara muthlaq dan kecuali pada akhir ayat.<br/>Contoh :<br/>قَالُوا إِنَّا مَعَكُمْ
9. ∴ - ∴ WAQOF MU'ANAQOH : Boleh berhenti pada salah satu kata yang ada tanda tersebut.

92 ————————————————— ILMU TAJWID PRAKTIS

No. Tanda Waqof Keterangan
10. ق Contoh: وَبِأَيْدِيكُمْ إِلَى التَّهْلُكَةِ وَأَحْسِنُوا QIILA 'ALAIHILWAQFU : Dikatakan di sini boleh berhenti. Contoh: هُوَ الَّذِي خَلَقَ لَكُمْ مَا فِي الْأَرْضِ جَمِيعًا ثُمَّ اسْتَوَىٰ إِلَى السَّمَاءِ
11. WAQOF MUSTAHAB WASLAH / AL-WASHLU AULA : Disambung lebih utama. Contoh: وَآتَيْنَا عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ الْبَيِّنَاتِ وَأَيَّدْنَاهُ بِرُوحِ الْقُدُسِ
12. ط AL-WAQFU AULA : Berhenti lebih utama. Contoh: وَإِذَا أَظْلَمَ عَلَيْهِمْ قَامُوا
13. ـ WAQOF SA'I yaitu : tempat-tempat yang menunjukkan waqof Nabi, WAQOF GHUFRON dan WAQOF MUNZAL (waqof Jibril). Contoh: وَمَا تَفْعَلُوا مِنْ خَيْرٍ يَعْلَمْهُ اللَّهُ (الْبَقَرَةُ: ١٩٧) فَأَصَّدَّقَ فَأَكُنْ (آلِ عِمْرَانَ: ٩٤)

ILMU TAJWID PRAKTIS 93

No. Tanda Waqof Keterangan
14. ج Tanda waqof yang menunjukkan berhenti lebih baik (Suatu tanda untuk menerangkan hukum waqofnya dan diisi sesuai dengan tanda waqof sebelumnya).
15. عٰ RUKU' : Isyarat batas tadarusan dan akhir ayat (tanda pembagian berhenti setiap hari untuk orang yang ingin menghafal Al-Qur'an dalam jangka dua tahun).<br/>Contoh:<br/>وَهُوَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ ۝
16. سكتة<br/>(س) SAKTAH : Tanda berhenti sejenak tanpa mengeluarkan nafas (tidak bernafas).<br/>Contoh:<br/>قَالُوا۟ يَٰلَيْتَنَا مَن يَعْتَنَامُ مَرْقَدِنَا ۜ هَٰذَا مَا<br/>وَعَدَ ٱلرَّحْمَٰنُ وَصَدَقَ ٱلْمُرْسَلُونَ

94 ————————————— ILMU TAJWID PRAKTIS

SAKTAH/SAKAT ialah diam sejenak sambil menahan nafas (tidak menarik dan mengeluarkan nafas), tetapi bukan waqof.

Saktah dalam Al-Qur'an ada 4 tempat yang harus dibaca sakat, yaitu:

  1. Surat AL-KAHFI ayat 1:

عِوَجًا ۙ ۞ قَيِّمًا

  1. Surat YASIN ayat 52:

مَنۡ بَعَثَنَا ۘ مِن مَّرۡقَدِنَا ۜ هَٰذَا

  1. Surat AL-QIYAMAH ayat 27:

وَقِيلَ مَنۡ ۜ رَاقٍ

  1. Surat AL-MUTHOFFIFIN ayat 14:

كَلَّا ۖ بَلۡ ۜ رَانَ

NAQOL artinya: memindahkan.

Yakni memindahkan harokat kasroh dari huruf Hamzah ke huruf Lam.

Seperti bacaan yang terdapat pada Q.S AL-Hujurat: 11;

بِئْسَ لْاِسْمُ dibaca بِئْسَ لِاسْمُ

ILMU TAJWID PRAKTIS 95


TASHIL

تَسْهِيْل

TASHIL artinya : memudahkan/meringankan.

Yakni memudahkan/meringankan bunyi hamzah yang berurutan.

Dibaca separuh antara hamzah dan alif tanpa mad.

Seperti bacaan yang terdapat pada Q.S Fussilat : 44 ;

أَأَعْجَمِيٌّ dibaca ءَاعْجَمِيٌّ


IMALAH

إِمَالَة

IMALAH artinya : memiringkan/mencondongkan.

Yakni memiringkan/mencondongkan suara, bunyi harokat fathah pada posisi kasroh.

Seperti bacaan yang terdapat pada Q.S Hud : 41 ;

بِسْمِ اللهِ مَجْرٰىهَا وَمُرْسٰىهَا

dibaca BISMILLAAHI MAJREEHAA WAMURSAAHAA


ISYMAAM

إِشْمَام

ISYMAAM artinya : mengumpulkan/memancungkan.

Cara membacanya dengan mempergunakan mulut yang dimo-nyongkan.

96 ————————————————— ILMU TAJWID PRAKTIS

Seperti bacaan yang terdapat pada Q.S Yusuf : 11 ;

لَاتَأْمَنَّا ، dibaca لَاتَأْمُنَّا

(LAA TA'MANNAA) (LAA TA'MANUNNAA)


NUN 'IWADL atau NUN WASHOL

نُوْنُ عِوَضٍ / نُوْنُ وَصْلٍ


'IWADL artinya : pengganti.

WASHOL artinya : menyambung/terus.

Nun 'Iwadl atau Nun Washol ialah huruf nun kecil sebagai pengganti tanwin an, in, un yang berhadapan dengan alif lam (AL) dan atau berhadapan dengan hamzah washol pada kata kerja. an, in, un dibaca a, i, u pendek kemudian ditambahkan nun kecil (Nun 'Iwadl) berharokat kasroh i (ni).

Contoh :

خَيْرًا ۖ لِأَوْصِيَّةُ dibaca خَيْرَ الْوَصِيَّةُ
مُرِيْبٍ ۖ اِخْلَعُوْهَا dibaca مُرِيْبَ اِخْلَعُوْهَا
جَمِيْعًا ۖ الَّذِيْنَ dibaca جَمِيْعَ الَّذِيْنَ
فَحُوْزُهُ ۖ الَّذِيْنَ dibaca فَحُوْزُ الَّذِيْنَ
شَيْئًا ۖ اتَّخَذَهَا dibaca شَيْئَ اتَّخَذَهَا
لَقَدِيْرٌ ۖ الَّذِيْنَ dibaca لَقَدِيْرُ الَّذِيْنَ

ILMU TAJWID PRAKTIS _________________________ 97

صِفْرٌ مُسْتَدِيْرٌ

SHIFIR artinya : kosong bacaannya.

MUSTADIR artinya : melingkar bundar.

Yakni apabila ada tanda kosong melingkar bundar (o) di atas huruf alif, maka kosong bacaannya tetapi tulisannya tetap ada. Di baca pendek baik ketika Washol (terus) maupun Waqof (berhenti).

Contoh :

- فَلَمَّاسَتَا dibaca فَلَمَّاسَتْ
- لَا تَايْـَٔسُ dibaca لَا تَيْـَٔسْ
- اَمَمْ لِّتَتْلُوْا dibaca اَمْ لِّتَتْلُوْ
- قَوَارِيْرَا dibaca قَوَارِيْرَ
- سَلْسَلَا dibaca سَلْسَلْ

صِفْرٌ مُسْتَطِيْلٌ

SHIFIR artinya : kosong bacaannya.

MUSTATHIL artinya : melingkar lonjong.

98 _________________________ ILMU TAJWID PRAKTIS

Yakni apabila ada tanda melingkar lonjong (0) di atas huruf alif, berarti kosong, bacaannya pendek ketika Washol (terus) dan dibaca panjang 2 harokat / 1 alif ketika Waqof (berhenti).

Contoh:

قَوَارِيرَا۟ dibaca jika Washol: قَوَارِيرَ

jika Waqof: قَوَارِيرَا۟

ءَانَا۟ dibaca jika Washol: ءَانَ

jika Waqof: ءَانَا۟

ٱلظُّنُونَا۟ dibaca jika Washol: ٱلظُّنُونَ

jika Waqof: ٱلظُّنُونَا۟

SUJUD TILAWAH
سَجْدَةُ التِّلَاوَةِ

SUJUD artinya: kepatuhan totalitas.

TILAWAH artinya: bacaan.

Sujud Tilawah ialah sujud yang dilakukan karena mendengar atau membaca ayat-ayat sajadah.

Ketika Sujud Tilawah seyogyanya:

  • Suci dari hadas kecil dan besar
  • Menutup aurat
  • Menghadap kiblat

ILMU TAJWID PRAKTIS ————————————— 99

سَجَدَ وَجْهِيَ لِلَّذِيْ خَلَقَهُ وَصَوَّرَهُ وَشَقَّ سَمْعَهُ وَبَصَرَهُ بِحَوْلِهِ وَقُوَّتِهِ (فَتَبَارَكَ اللهُ أَحْسَنُ الْخَالِقِيْنَ).

" Telah kuhadapkan jiwa dan ragaku Kepada Dzat yang telah menciptakannya, membentuknya (sedemikian rupa) dan telah membukakan pendengaran dan pengelihatannya dengan segala reka daya dan karsanya. Maka Maha Berkah Allah SWT. sebaik-baiknya Dzat Pencipta ".

عَنْ عَبْدِاللهِ قَالَ رَأَيْتُ النَّبِيَّ ص م يَقْرَأُ النَّجْمَ بِمَكَّةَ فَسَجَدَ فِيْهَا وَسَجَدَ مَنْ مَعَهُ غَيْرَ شَيْخٍ أَخَذَ كَفًّا مِنْ حَصًى أَوْ تُرَابٍ فَرَفَعَهُ إِلَى جَبْهَتِهِ وَقَالَ يَكْفِيْ هَذَا فَرَأَيْتُهُ بَعْدَ ذَلِكَ قُتِلَ كَافِرًا.

" Abdullah ra mengatakan bahwa Nabi saw. membaca surat An Najm di Mekah, lalu beliau sujud dan orang banyak pun sujud pula mengikuti sujud beliau kecuali seorang orang tua. Dia hanya mengambil segenggam pasir/tanah, kemudian mengangkat ke dahinya sambil berkata "ni sudah cukup bagiku". Tak lama kemudian orang tua itu mati terbunuh dalam kekafiran ".

عَنْ ابْنِ عُمَرَ قَالَ كَانَ النَّبِيُّ ص م يَقْرَأُ عَلَيْنَا السُّوْرَةَ فِيْهَا

السَّجْدَةُ فَيَسْجُدُ وَنَسْجُدُ حَتَّىٰ مَا يَجِدُ أَحَدُنَا مَوْضِعَ جَبْهَتِهِ.

Artinya:

" Dari Ibnu Umar ra katanya, ketika Nabi saw membacakan Surat yang mengandung ayat Sajadah di hadapan kami, beliau langsung sujud dan kami pun sujud pula sehingga ada sahabat yang tidak mendapat tempat untuk sujud ".

Di dalam Al-Qur'an ayat-ayat Sajadah ada 15 tempat, yaitu :

Ayat / Surat Kalimat No
الأعراف : ٢٠٦ إِنَّ الَّذِينَ عِندَ... يَسْجُدُونَ ﴿٢٠٦﴾ ١
الرعد : ١٥ وَلِلَّهِ يَسْجُدُ... وَالْأَصَالُ ﴿١٥﴾ ٢
النحل : ٥٠-٤٩ وَلِلَّهِ يَسْجُدُ... مَا يُؤْمَرُونَ ﴿٥٠﴾ ٣
الإسراء: ١٠٩-١٠٧ قُلْ آمِنُوا.... خُشُوعًا ﴿١٠٩﴾ ٤
مريم : ٥٨ أُولَٰئِكَ الَّذِينَ.... سُجَّدًا وَبُكِيًّا ﴿٥٨﴾ ٥
الحج : ١٨ أَلَمْ تَرَ أَنَّ اللَّهَ يَسْجُدُ.... مَا يَشَاءُ ﴿١٨﴾ ٦
الحج : ٧٧ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ.... فَلَحُونَ ﴿٧٧﴾ ٧
الفرقان: ٦٠ وَإِذَا قِيلَ.... هُمْ نُفُورًا ﴿٦٠﴾ ٨

100 _________________________ ILMU TAJWID PRAKTIS

ILMU TAJWID PRAKTIS ————————————— 101

Ayat/Surat Kalimat No
النمل:٢٦-٢٥ أَلَّا يَسْجُدُوا...رَبِّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ ﴿٢٦﴾ ٩
السجدة:١٥ إِنَّمَا يُؤْمِنُ... لَا يَسْتَكْبِرُونَ ﴿١٥﴾ ١٠
ص:٢٤ قَالَ لَقَدْ... رَبَّا كَمَا أَوَّابٌ ﴿٢٤﴾ ١١
حم السجدة:٣٨-٣٧ وَمِنْ آيَاتِهِ... لَا يَسْتَحْسِرُونَ ﴿٣٨﴾ ١٢
القمر:٦٢-٥٩ أَمَّنْ... فَاسْجُدُوا لِلَّهِ وَاعْبُدُوا ﴿٦٢﴾ ١٣
الانشقاق:٢١ وَإِذَا... لَا يَسْجُدُونَ ﴿٢١﴾ ١٤
العلق:١٩-١٧ فَلْيَدْعُ... وَاسْجُدْ وَاقْتَرِبْ ﴿١٩﴾ ١٥

102 ——————————————— ILMU TAJWID PRAKTIS

( مَخَارِجُ الْحُرُوْفِ )

MAKHORIJUL HURUF artinya tempat atau letak dari mana huruf-huruf itu dikeluarkan.

Menurut para ahlinya, tempat keluarnya huruf yang pokok ada lima, yaitu :

  1. AL-JAUFU ( اَلْجَوْفُ )

    Artinya : Dalam (Lubang tenggorokan dan mulut)

    Huruf-hurufnya ; ALIF ( ا ), WAU ( و ) dan YAA' ( ي ).

  2. AL-HALQU ( اَلْحَلْقُ )

    Artinya : Tenggorokan.

    Huruf-hurufnya : HAA' ( ح ), KHO' ( خ ), 'AIN ( ع ),

    GHOIN ( غ ), HA' ( هـ ) dan HAMZAH ( ء ).

  3. ALLISAANU ( اَللِّسَانُ )

    Artinya : Lidah.

    Huruf-hurufnya : TA' ( ت ), TSA' ( ث ), JIM ( ج ), DAL

    ( د ), DZAL ( ذ ), RO' ( ر ), ZA' ( ز ), SYIN ( ش ), SHOD

    ( ص ), DLOD ( ض ), THO' ( ط ), DHO' ( ظ ), QOF-

    ( ق ), KAF ( ك ), LAM ( ل ), NUN ( ن ), YAA' ( ي ).

ILMU TAJWID PRAKTIS

  1. ASYSYAFATAANI ( الشَّفَتَانِ )

Artinya : Dua bibir.

Huruf-hurufnya : BA' ( ب ), FA' ( ف ), MIM ( م ) dan WAU ( و ).

  1. AL-KHOISYUM ( الْخَيْشُومُ ) .

Artinya : Dalam hidung.

[ NUN ن ـــَـــٰ ] ( ن - م ) ( م - ب ) ( ب - ن )

MAKHROJ - MAKHROJ HURUF

1). Lubang antara mulut dan tenggorokan adalah tempat keluar huruf mad (huruf panjang) ;

  • آ (aa).

  • إِيْ (ii)

  • أُوْ (uu)

2). Keluarnya dari : tenggorokan sebelah bawah, atas dada ;

  • هـ (ha')

  • ع (hamzah)

3). Keluarnya dari : tengah-tengah tenggorokan ;

  • ح (haa')

  • ع ('ain)

104 ——————————— ILMU TAJWID PRAKTIS

4). Keluarnya dari : pangkal tenggorokan sebelah atas ;

  • خ (kho')

  • غ (ghoin)

5). . Keluarnya dari : pangkal lidah dengan langit-langit yang lurus di atasnya ;

  • ق (qof)

6). Keluarnya dari : pangkal lidah dengan langit-langit yang lurus di atasnya agak keluar sedikit dari makhroj (qof) ;

  • ك (kaf)

7). Keluarnya dari : lidah bagian tengah dengan langit-langit yang di atasnya ;

  • ج (jim)

  • ش (syin)

  • ي (yaa')

8). Keluarnya dari : antara salah satu tepi lidah sebelah kanan atau kiri dan geraham sebelah atas ;

  • ض (dlod)

9). Keluarnya dari : lidah bagian depan setelah makhroj dlod dengan gusi yang atas ;

  • ل (lam)

10). Keluarnya dari : ujung lidah agak ke dalam sedikit ;

  • ر (ro')
  • ن (nun)

Ro' lebih ke dalam dari pada nun, sedangkan ro' dan nun lebih keluar daripada lam.

11). Keluarnya dari : antara ujung lidah dengan pangkal kedua gigi muka sebelah atas ;

  • ت (ta')
  • د (dal)
  • ط (tho')

12). Keluarnya dari : antara ujung lidah dan ujung gigi sebelah atas bagian bawah ;

  • ز (za')
  • س (sin)
  • ص (shod)

13). Keluarnya dari : antara ujung lidah dan buah gigi yang atas ;

  • ث (tsa')
  • ذ (dzal)
  • ض (dlod)

14). Keluarnya dari : bagian tengah dari bibir bawah dengan ujung dua buah gigi depan yang sebelah atas ;

  • ف (fa')

ILMU TAJWID PRAKTIS105

106 ——————————— ILMU TAJWID PRAKTIS

15). Keluarnya dari : diantara dua belah bibir dan sedikit direnggangkan

bagi " wau " ( و ).

sedang bagi " mim dan ba " ( م & ب ) bibirnya dirapatkan.

16). Pangkal hidung adalah tempat keluar GHUNNAH (dengung).

  1. الْهَمْسُ (AL-HAMSU).

Menurut bahasa berarti samar atau tidak terang.

Maksudnya ialah huruf apabila diucapkan atau dimatikan berdesis (nafas terlepas).

Contoh :

فَ ــ فُ ــ بَفْ ; harus dibaca fa-fi-fu-baf

Huruf-huruf Hamas ada 10, yang dirumuskan dalam kalimat :

فَحَثَّهُ شَخْصٌ سَكَتْ

(FAHATSTSAHUU SYAKHSHUN SAKAT)

  1. الْجَهْرُ (AL-JAHRU)

Menurut bahasa berarti tampak atau terang.

Maksudnya ialah huruf apabila diucapkan atau dimatikan tidak mengeluarkan desis (nafas tertahan).

ILMU TAJWID PRAKTIS ————————————— 107

Contoh:

بِ _ بُ _ بِ _ بَ ; harus dibaca ba-bi-bu-bab

Huruf-hurufnya adalah semua huruf selain huruf-huruf Hamas.

  1. الشِّدَّةُ (ASY-SYIDDAH)

Menurut bahasa berarti kuat.

Maksudnya ialah huruf apabila diucapkan atau dimatikan suaranya tertahan atau berhenti.

Contoh:

جَ _ جِ _ جُ _ جٍ ; harus dibaca ja-ji-ju-baj

Huruf-hurufnya ada 8, dirumuskan dalam kalimat :

أَجِدْ قَطٍ بَكَتْ

(AJID QOTHIN BAKAT)

  1. الرِّخْوَةُ (ARRIKHWATU)

Menurut bahasa berarti kendor.

Maksudnya ialah huruf apabila diucapkan atau dimatikan suaranya terlepas atau masih berjalan beserta huruf itu.

Contoh:

غَ _ غِ _ غُ _ غٍ ; harus dibaca gho-ghi-ghu-bagh

Huruf-hurufnya ialah semua huruf selain huruf-huruf Syiddah dan huruf-huruf Tawassuth.

108 ILMU TAJWID PRAKTIS

  1. التَّوَسُّطُ (ATTAWASSUTH)

Menurut bahasa berarti tengah-tengah.

Maksudnya ialah huruf apabila diucapkan atau dimatikan suaranya antara yang tertahan dan terlepas. Yakni antara Syiddah & Rikhwah.

Contoh:

نُ-نِ-نَ-بُنْ ; harus dibaca na-ni-nu-ban

Huruf-hurufnya dirumuskan dalam kalimat:

لِنْ عُمَرَ

(LIN 'UMAR)

  1. الْإِسْتِعْلَاءُ (AL-ISTI'LAA')

Menurut bahasa berarti naik atau terangkat.

Maksudnya ialah ketika mengucapkan huruf, lidah terangkat atau naik ke langit-langit mulut.

Huruf-hurufnya ada 7, yang dirumuskan dalam kalimat:

خُصَّ ضَغْطٍ قِظْ

(KHUSHSHO DLOGHTHIN QIDH)

Tiap-tiap huruf ISTI'LAA' selalu disertai dengan suara tebal

( تَفْخِيمٌ = TAFKHIM ).

  1. الْإِسْتِفَالُ (AL-ISTIFAAL)

Menurut bahasa berarti turun atau ke bawah.

Maksudnya: huruf ketika diucapkan, lidah turun ke dasar mulut.

Huruf-hurufnya adalah semua huruf selain huruf-huruf Isti'la'. Tiap-tiap huruf ISTIFAAL selalu disertai dengan suara tipis ( تَرْقِيْقٌ = TARQIIQ ).

  1. الإِطْبَاقُ (AL-ITHBAAQ)

Menurut bahasa berarti melekat. Maksudnya ialah lidah melekat pada langit-langit mulut ketika mengucapkan huruf. Huruf-hurufnya ada 4, yaitu :

ص ض ط ظ (SHOD), (DLOD), (THO') dan (DHO')

  1. الإِنْفِتَاحُ (AL-INFITAAHU)

Menurut bahasa berarti terbuka. Maksudnya ialah lidah merenggang dari langit-langit mulut ketika mengucapkan huruf. Huruf-hurufnya adalah semua huruf selain huruf-huruf Ithbaaq.

  1. الإِذْلاَقُ (AL-IDZLAAQ)

Menurut bahasa berarti ujung. Maksudnya ialah huruf-huruf yang keluar dari ujung lidah atau ujung bibir, karena itu cepat terucapkan. Huruf-huruf adalah :

فَرَّ مِنْ لُبٍّ (FIRRO MIN LUBBIN)

ILMU TAJWID PRAKTIS _________________________ 109

110 ——————————— ILMU TAJWID PRAKTIS

  1. الْإِضْمَاتُ (AL-ISHMAAT)

Menurut bahasa berarti menahan atau diam.

Maksudnya ialah lawan daripada sifat idzlaaq. Yaitu huruf-huruf yang tidak bertempat di ujung lidah atau ujung bibir.

Huruf-huruf ini agak lemah atau kurang cepat ketika terucapkan dibanding dengan huruf-huruf Idzlaaq

Adapun huruf-hurufnya adalah selain huruf Idzlaaq.

  1. الصَّفِيْرُ (ASH-SHOFIIR)

Menurut bahasa berarti siul atau seruit.

Yaitu huruf-huruf yang mempunyai suara seruit bagaikan siul burung atau belalang.

Huruf-hurufnya adalah :

ز س ص

(ZA'), (SIN) dan (SHOD)

  1. الْقَلْقَلَةُ (AL-QOLQOLAH)

Menurut bahasa berarti goncang.

Yaitu huruf apabila diucapkan terjadi goncangan pada makhrojnya sehingga terdengar pantulan suara kuat.

Huruf-hurufnya adalah :

قَطْبُ جَدٍ

(QOTHBU JADIN)

  1. اللِّيْنُ (ALLINU)

Menurut bahasa berarti lunak.

ILMU TAJWID PRAKTIS 111

Artinya mengeluarkan huruf secara lunak tanpa paksaan. Yaitu sifat dari pada huruf WAU ( و ) dan YA' ( ي ) yang mati dan jatuh setelah fathah.

Contoh :

أَوْ ; harus dibaca AU

أَيْ ; harus dibaca AI

  1. الْإِنْحِرَافُ (AL-INHIROOF)

Menurut bahasa berarti condong. Artinya ialah condong huruf dari makhrojnya sendiri kepada makhroj lain. Yaitu sifatnya huruf : LAM ( ل ) dan RO' ( ر )

LAM ( ل ) condong ke luar atau ke ujung lidah.

RO' ( ر ) condong ke dalam serta sedikit ke arah lam.

  1. التَّكْرِيْرُ (ATTAKRIIR)

Menurut bahasa berarti mengulang-ulang. Maksudnya ialah ujung lidah tergetar ketika mengucapkan huruf RO' ( ر ). Akan tetapi yang dimaksud ialah jika mengucapkan ro' supaya ujung lidahnya tidak terlalu banyak bergetar.

  1. التَّفَشِّىْ (ATTAFASYSYI)

Menurut bahasa berarti meluas atau tersebar. Maksudnya ialah meratanya angin dalam mulut ketika mengucapkan

huruf SYIN ( ش ) hingga bersambung dengan makhroj DHO( ظ ).

Menurut bahasa berarti memanjang.

Yakni memanjangkan suara DLOD ( ض )dari permulaan tepi lidah sehingga penghabisan lidah (bersambung dengan makhroj Lam).

Bagian 2 dari 3