— Pengertian dan Macam-macam Nasehat —
Pengertian dan Macam-macam Nasehat
1. Nasehat kepada Allah
Imam Al Khatthabi dan ulama yang lain berkata: "Yang dimaksud dengan nasehat kepada Allah adalah mengimani-Nya, tidak menyekutukan-Nya, tidak mengingkari sifat-sifat-Nya, tetapi menetapkannya dengan segala kesempurnaan dan keagungan, dan menyucikan-Nya dari segala sifat kekurangan. Demikian pula bersikap patuh kepada-Nya, tidak mendurhakai-Nya, mencintai atau membenci karena-Nya, memerangi orang-orang yang kafir kepada-Nya, mengakui dan mensyukuri nikmat-Nya, ikhlas karena Allah dalam segala urusan dan mengajak serta menganjurkan manusia dengan lemah lembut untuk meraih sifat-sifat di atas.
Al Khatthabi berkata, manfaat semua sifat ini kembali kepada hamba dalam menasehati dirinya karena Allah ﷻ tidak membutuhkan nasehat makhluk-Nya.
2. Nasehat kepada kitab-Nya
Yang dimaksud dengan nasehat kepada kitab Allah adalah mengimani bahwa kitab Allah itu adalah firman Allah yang diturunkan oleh-Nya dan tidak ada sesuatu perkataan pun dari perkataan manusia yang menyerupai dan tidak seseorang pun yang dapat mengadakan sesuatu yang menyerupainya.
Termasuk makna nasehat kepada kitab Allah adalah mengagungkannya, membacanya dengan khusyu' dan memenuhi cara dan hukum-hukum baca al Qur'an disamping menyelamatkannya dari penafsiran orang-orang yang sesat.
Termasuk nasehat kepada kitab Allah adalah mempercayai semua kandungannya, memahami hukum-hukum yang ada di
Syarah Empat Puluh Hadits مكتب الدعوة يحي الروضة 41
dalamnya dan mengamalkannya, mengambil pelajaran dari kisah-kisahnya, merenungkan keajaiban (ciptaan Allah) yang diterangkan di dalamnya, mengambil hukumnya yang pasti, menyerahkan kepada Allah ayat-ayat mutasyabih (yang tidak jelas), rnencari kepahaman dari ayat-ayat yang bersifat umum, dan mengajak orang lain untuk melaksanakan nasehat kepada kitab yang diterangkan di atas.
3. Nasehat kepada Rasul-Nya
Nasehat kepada Rasulullah ﷺ, maksudnya membenarkan dan mempercayai bahwa beliau membawa risalah dari Allah, mengimani semua ajaran yang dibawannya, patuh atas perintah dan larangannya, membelanya di kala beliau hidup atau sudah meninggal dunia, memusuhi orang yang memusuhinya dan mencintai orang yang mencintainya, mengagungkan dan memuliakan haknya, menghidupkan sunnahnya, memenuhi ajakannya, menyebarluaskan ajarannya dan rnenolak tuduhan terhadap sunnahnya, mempelajari dan memprioritaskan ilmu-ilmunya, mengajak orang untuk mempelajarinya, mengajarkan-nya dengan lemah lembut, mengagungkan dan memuliakannya, bertatakrama ketika membacanya, menahan diri untuk tidak membicarakannya tanpa pengetahuan yang jelas, menghormati orang-orang yang ahli dalam sunnah, berusaha mengaplikasikan akhlak dan adab-adab Rasulullah ﷺ, mencintai keluarga dan para sahabatnya, menjauhi orang yang berbuat bid'ah (tidak mengikuti sunnah Rasulullah ﷺ) atau orang yang berani menilai buruk salah satu sahabatnya dan lain sebagainya.
4. Nasehat kepada para Imam (pemimpin masyarakat)
Nasehat bagi para imam kaum muslimin, artinya mendukung mereka menegakkan kebenaran, menaati mereka dalam kebenaran, menyuruh dan menegur atau mengingatkan mereka dengan sopan dan lemah lembut jika keliru atau lalai, menyampaikan kepada mereka hak-hak kaum muslimin, tidak berontak dan menentang dengan senjata, menjinakkan hati manusia untuk menaati para
Syarah Empat Puluh Hadits مكتب الدعوة بحي الروضة 42.
pemimpin, ikut shalat bersama di belakang mereka, ikut jihad bersama dengan mereka, dan mendo'akan mereka dengan kebaikan dan kemaslahatan.



