Terjemah Syarah Arba'in Nawawiyah - Ibnu Daqiqil 'Ied

Jalur hadits yang diperluas dari pembahasan awal PDF: niat, Islam-Iman-Ihsan, rukun Islam, bid'ah, halal-haram, nasehat, kehormatan muslim, syubhat, dan adab menjaga hati.

Bagian 46 dari 64 173 halaman

— Keterangan: —

Keterangan:

Dalam beberapa riwayat lain tertulis redaksi sebagai brikut:

"Sungguh ini merupakan nasehat orang yang berpamitan. Apa yang engkau pesankan kepada kami, wahai Rasul? Beliau menjawab: "Aku telah tinggalkan kamu semua di atas jalan yang terang; yang malamnya bagaikan siang. Tidak akan sesat dari jalan itu kecuali orang yang binasa."

Dalam riwayat Tirmidzi disebutkan "مَوْعِظَةٌ بَلِيْغَةٌ" yang berarti, nasehat yang mendalam, membekas di dalam hati, membuat hati gemetar dan mencucurkan air mata; seakan-akan ungkapan kata beliau diposisikan dalam ungkapan menakut-nakuti dan mengancam.

Unkapan "Aku berwasiat kepadamu agar bertakwa kepada Allah, mendengar kata dan patuh perintah." maksudnya, mendengar dan

  1. Orang-orang yang awalnya tawanan perang dengan pasukan kafir kemudian menjadi harta rampasan yang dibagi-bagikan kepada kaum muslimin yang berhak menerimanya. Mereka tidak memiliki kebebasan karena hak-haknya dimiliki tuannya (pent)

Syarah Empat Puluh Hadits مكتب الدعوة بحي الروضة 109

patuh kepada pemimpin meskipun ia seorang budak. Dalam beberapa riwayat lain dikatakan, budak hitam (orang Etopia). Sebagian ulama mengatakan, seorang budak tidak boleh menjadi penguasa. Akan tetapi, hal itu hanya sekedar perumpamaan; andaikata terjadi, sebagaimana dikatakan dalam hadits: "Barangsiapa membangun masjid seperti sarang burung maka Allah akan membangun baginya gedung di surga."<sup>(1)</sup>

Sebesar sarang burung tidak mungkin menjadi masjid. Akan tetapi, hal itu hanya perumpamaan saja. Dan ada kemungkinan juga bahwa Rasulullah ﷺ memberi kabar dengan akan terjadinya keadaan kacau balau (chaos) sehingga urusan diserahkan kepada yang bukan ahlinya, seperti kepemimpinan diberikan kepada orang-orang budak. Kalau kepemimpinan terjadi seperti itu maka harus tetap didengar dan dipatuhi perintahnya sebagai sikap berpegang kepada salah satu yang paling ringan dari dua perkara yang berbahaya (أَخَفُّ الضَّرَرَيْنِ), yaitu sabar dengan kepemimpinan seorang budak yang sebenarnya tidak berhak memimpin agar tidak timbul fitnah lebih besar.

Ungkapan "Barangsiapa yang panjang umur maka akan menyaksikan banyak pertentangan.", ini merupakan sebagian mukjizat Rasulullah ﷺ. Beliau memberi tahu kepada sahabatnya tentang pertentangan dan banyaknya kemunkaran yang akan terjadi. Rasulullah ﷺ mengetahui hal itu secara rinci, akan tetapi beliau hanya memperingatkan secara umum. Ada beberapa sahabat yang diberi tahu secara rinci, seperti Hudzaifah dan Abu Hurairah radhiallahu 'anhuma. Hal itu menunjukkan tingginya kedudukan mereka berdua.

Ungkapan "Tetaplah berpegang dengan sunnahku dan sunnah Khulafa Rasyidin!" maksudnya, berpegang teguhlah kepada ajaran

  1. Diriwayatkan oleh Ibnu Majah dalam bab. Mesjid dan Jmaah, pasal: Orang yang membangun masjid karena Allah, no. 738

مكتب الدعوة بحي الروضة 110 Syarah Empat Puluh Hadits

Rasulullah ﷺ dan sahabat yang empat yang dijamin mendapat petunjuk, yaitu Abu Bakar, Umar, utsman dan Ali ﷺ.

Rasulullah ﷺ menyuruh berpegang teguh kepada sunnah Khulafa Rasyidin dengan dua alasan:

Pertama, taklid bagi orang yang tidak mampu memahami dalil

Kedua, mentarjih atau mengambil pendapat yang kuat dalilnya dalam masalah-maslah yang diperselisihkan di kalangan sahabat.

Ungkapan "Hati-hati dengan hal-hal yang baru (diada-adakan dalam agama)" ketahuilah bahwa hal-hal yang baru ada dua macam:

  1. Hal baru yang tidak ada dalil sama sekali dalam syari'at. Yang ini batil dan tercela.

  2. Hal baru yang mengandung analogi dan perbandingan. Ini tidak dicela karena kata muhdats dan bid'ah tidak tercela hanya sekedar nama, tetapi yang tercela itu adalah yang menyalahi sunnah Rasulullah ﷺ dan mengarah kepada kesesatan. Jadi, hal itu tidak digeneralisir karena dalam firman Allah ﷻ dikatakan:

﴿ مَا يَأْتِيهِم مِّن ذِكْرٍ مِّن رَّبِّهِم مُّحْدَثٍ إِلَّا اسْتَمَعُوهُ وَهُمْ يَلْعَبُونَ ﴾

"Setiap diturunkan kepada mereka ayat-ayat yang baru dari Tuhan, mereka mendengarkannya sambil main-main." (QS. 21: 2)

Dan Umar ﷺ dalam masalah shalat tarawih mengatakan, : "Inilah bid'ah yang baik."<sup>(1)</sup>


  1. Diriwayatkan oleh al Bukhari dalam bab Tarawih, pasal: Keutamaan Orang Yang Melakukan Ibadah Ramadhan, no. 2010. Perkataan Umar ﷺ tentang tarawih ini situasi memuji karena hal itu termasuk perbuatan baik. Dan beliau sangat antusias untuk melakukan jamaah yang dianjurkan walaupun hal itu tidak dilakukan di zaman Abu Bakar ﷺ. Namun, Rasulullah ﷺ pernah melakukannya. Beliau menghentikan perbuatan itu sebagai kasih sayang terhadap umatnya karena khawatir menjadi kewajiban. Kemudian, Umar ﷺ mengingatkan akan kesunahan hal itu untuk selamanya. Maka, ia mendapat pahala sebanyak orang yang melakukannya hingga hari kiamat. Di akhir haditsnya ia mengatakan, "Melakukan shalat setelah tidur lebih baik" Hal ini peringatan bahwa shalat di

Syarah Empat Puluh Hadits مكتب الدعوة بحي الروضة 111

الحديث التاسع والعشرون

Bagian 46 dari 64