— Keterangan: —
Keterangan:
Hadits ini seiring dengan firman Allah ﷻ berikut ini:
﴿ فَلَا وَرَبِّكَ لَا يُؤْمِنُونَ حَتَّىٰ يُحَكِّمُوكَ فِيمَا شَجَرَ بَيْنَهُمْ ﴾
Syarah Empat Puluh Hadits مكتب الدعوة بحي الروضة 163
"Maka demi Tuhanmu, mereka tidak beriman sebelum mereka menjadikan engkau (Muahammad) sebagai hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan." (QS. 4: 65)
Sebab turunnya ayat di atas adalah bahwa telah terjadi pertengkaran antara Zubair ﷺ dengan seseorang dari kaum Anshar dalam masalah air. Mereka berdua mengadukan perkara kepada Rasulullah ﷺ kemudian beliau berkata: "Wahai Zubair airi (kebunmu) kemudian biarkan air mengalir ke tetanggamu." Dengan perintah itu, Rasulullah ﷺ mendorong Zubair untuk toleransi dan memberi kemudahan. Seorang Anshar ini berkata: "Ya (pantas saja) dia anak bibimu." Mendengar perkataan itu, wajah Rasulullah ﷺ memerah kemudian berkata: "Wahai Zubair, tahan air itu hingga sampai di tembok lalu biarkan mengalir."<sup>(1)</sup>
Dalam kejadian tersebut, Rasulullah ﷺ menyuruh Zubair dengan sesuatu yang membawa maslahat bagi seorang Anshari. Namun, ketika seorang Anshari tersebut membuat Rasulullah ﷺ murka, beliau memberi kesempatan kepada Zubair untuk mengambil sepenuh hak yang ia miliki. Pada saat itulah, ayat ini diturunkan.
Sungguh telah diriwayatkan dari Rasulullah ﷺ dalam hadits lain bahwa beliau bersabda:
"وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ، لَا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى أَكُونَ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِنْ وَالِدِهِ وَوَلَدِهِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ"
"Demi Dzat yang jiwaku ada pada-Nya, tidak sempurna iman salah seorang di antara kamu hingga aku lebih dicintai olehnya ketimbang ayahnya, anaknya dan seluruh manusia."<sup>(2)</sup>
- Diriwayatkan oleh Imam Bukhari dalam Bab: Pengairan, Pasal: Membendung Sungai, no 2359 – 3260
- Diriwayatkan oleh Imam Bukhari dalam Bab: Iman, Pasal: Cinta Rasul termasuk bagian dari Iman, no. 15
Syarah Empat Puluh Hadits مكتب الدعوة بحي الروضة 164
Abu Zinad berkata: "Hadits ini termasuk ungkapan singkat tapi padat, karena beliau dalam ungkapan singkat tersebut telah menghimpun banyak makna; dimana cinta terbagi tiga: pertama, cinta pengagungan dan penghormatan, seperti mencintai ayah. Kedua, cinta kasih sayang, seperti mencintai anak. Dan ketiga cinta mencari kebaikan dan perbandingan, seperti mencintai sesama masyarakat. Beliau telah meringkas macam-macam cinta dalam sabdanya."
Ibnu Batthal berkata: "Makna hadits ini, Allahu a'lam, sebagai berikut: Orang yang telah menyempurnakan keimanan akan mengetahui bahwa hak Rasulullah ﷺ dan keutamaannya lebih wajib dipenuhi ketimbang hak orang tua, anak dan semua manusia karena ia telah diberi petunjuk dan diselamatkan dari neraka oleh Allah ﷻ berkat kehadiran Rasulullah ﷺ."
Maksud hadits adalah keharusan menyerahkan jiwa dalam membela Rasulullah ﷺ. Para sahabat ؓ pernah berjihad bersama Rasulullah ﷺ dengan memerangi bapak-bapak mereka, anak-anak dan saudara-saudara mereka (yang masih kafir). Abu Ubaidah telah membunuh ayahnya karena ia menyakiti Rasulullah ﷺ. Abu Bakar ؓ menghadang anaknya, Aburrahman, di perang Badar untuk membunuhnya. Barangsiapa yang merasakan hal seperti itu maka benar ia telah mengikuti ajaran yang dibawa oleh Rasulullah ﷺ.
Syarah Empat Puluh Hadits مكتب الدعوة بحي الروضة 165
الحديث الثاني والأربعون
Hadits Keempat Puluh Dua
Luasnya Ampunan Allah
عَنْ أَنَسٍ ﷺ قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ ﷺ يَقُولُ: "قَالَ اللهُ تَعَالَى: يَـا ابْـنَ آدَمَ، إِنَّكَ مَا دَعَوْتَنِي وَرَجَوْتَنِي غَفَرْتُ لَكَ عَلَى مَا كَـانَ مِنْـكَ وَلاَ أُبَالِي. يَا ابْنَ آدَمَ، لَوْ بَلَغَتْ ذُنُوبُكَ عَنَانَ السَّمَاءِ ثُمَّ اسْتَغْفَرْتَنِي غَفَرْتُ لَكَ. يَا ابْنَ آدَمَ إِنَّكَ لَوْ أَتَيْتَنِي بِقُرَابِ الأَرْضِ خَطَايَا ثُـمَّ لَقِيتَنِـي لاَ تُشْرِكُ بِي شَيْئًا لأَتَيْتُكَ بِقُرَابِهَا مَغْفِرَةً."
[رَوَاهُ التِّرْمِذِيُّ (رَقَمُ: ٣٥٤)، وَقَالَ حَدِيثٌ حَسَنٌ]
Dari Anas ﷺ ia berkata: Aku mendengar Rasulullah ﷺ bersabda: "Allah ﷺ berfirman:
"Wahai anak Adam, sesungguhnya Aku akan mengampunimu sebesar apapun dosamu selagi kamu berdo'a dan mengharap ampunan kepadaku. Aku tidak perduli bagaimanapun keadaanmu. Wahai anak Adam, seandainya dosa-dosamu mencpai awan di langit kemudian memohon ampun kepada-Ku maka Aku akan ampuni kamu. Wahai anak Adam, jika kamu datang kepada-Ku membawa dosa sepenuh bumi kemudian kamu bertemu dengan Aku tanpa menyekutukan Aku dengan sesuatu apapun maka Aku akan mengampunimu." (HR. Tirmidzi dan ia berkata, hadits hasan)
❁ ❁ ❁
Syarah Empat Puluh Hadits مكتب الدعوة بحي الروضة 166
Keterangan:
Dalam hadits ini terdapat kabar gembira yang besar, kemurahan dan kemuliaan yang agung, dan segala macam nilai keutamaan, kebaikan, kasih sayang dan anugerah. Hadits ini seiring dengan sabda Rasulullah ﷺ:
"لِلَّهِ أَفْرَحُ بِتَوْبَةِ عَبْدِهِ مِنْ أَحَدِكُمْ بِضَالَّتِهِ لَوْ وَجَدَهَا"
"Allah sunguh-sungguh merasa senang dengan taubat hamba-Nya melebihi senang seseorang di antara kamu yang mendapatkan barangnya yang hilang." <sup>(1)</sup>
Diriwayatkan dari Abu Ayyub ﷺ bahwa ketika kematian hampir datang, ia mengatakan, sungguh aku menyembunyikan sesuatu yang aku pernah dengar dari Rasulullah ﷺ yaitu bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:
"لَوْلَا أَنَّكُمْ تُذْنِبُونَ لَخَلَقَ اللهُ خَلْقًا يُذْنِبُونَ فَيَغْفِرُ لَهُمْ"
"Kalaulah kamu semua tidak (pernah) melakukan dosa maka Allah akan menciptakan makhluk lain yang melakukan dosa kemudian Allah mengampuni mereka." <sup>(2)</sup>
Banyak sekali hadits-hadits yang seiring dengan hadits ini.
Ungkapan "Wahai anak Adam, sesungguhnya kamu senantiasa berdo'a kepada-Ku dan mengharapkan Aku" ini sesuai dengan hadits qudsi lain yang berbunyi:
"أَنَا عِنْدَ ظَنِّ عَبْدِي بِي، فَلْيَظُنَّ بِي مَا شَاءَ"
"Aku di sisi dugaan hamba-Ku terhadap-Ku (sesuai dengan yang ia duga padaKu). Maka, silakan ia menduga kepada-Ku sekehendaknya." <sup>(3)</sup>
- Diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Bab. Taubat, Pasal Anjuran Bertaubat, no 2675
- Diriwayatkan olah Imam Muslim dalam Bab. Taubat, Pasal Gugurnya Dosa, no 2748
- Diriwayatkan oleh Imam Bukhari dalam Bab. Tauhid, Pasal Firman Allah " وَحَذَّرَكُمُ اللهُ نَفْسَهُ" no 7405
Syarah Empat Puluh Hadits مكتب الدعوة يحي الروضة 167
Disebutkan juga dalam hadits lain dengan redaksi sebagai berikut:
"إِنَّ الْعَبْدَ إِذَا أَذْنَبَ ذَنْبًا ثُمَّ تَابَ فَقَالَ: أَيْ رَبِّي، أَذْنَبْتُ ذَنْبًا فَاغْفِرْ لِي وَلَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ، قَالَ: فَيَقُولُ اللهُ تَعَالَى: عَلِمَ عَبْدِي أَنَّ لَهُ رَبًّا يَغْفِرُ الذَّنْبَ وَيَأْخُذُ بِهِ، أُشْهِدُكُمْ إِنِّي قَدْ غَفَرْتُ لَهُ، ثُمَّ يَفْعَلُ ذَلِكَ ثَانِيَةً وَثَالِثَةً، فَيَقُولُ اللهُ ﷻ فِي كُلِّ مَرَّةٍ ذَلِكَ، ثُمَّ يَقُولُ: اعْمَلْ مَا شِئْتَ فَقَدْ غَفَرْتُ لَكَ"
"Sesungguhnya, jika seorang hamba berbuat dosa kemudian menyesal dan berkata: "Wahai Rabbku, aku telah berbuat dosa. Maka, ampunilah aku! Dan tidak ada yang dapat mengampuni dosa selain Engkau". Perawi berkata: Oleh karenanya, Allah berkata: Hamba-Ku menyadari bahwa ia memiliki Rabb yang dapat mengampuni dosa dan menyiksa dengan dosa itu. Aku menyatakan kepada kamu semua (para malaikat) bahwa Aku telah mengampuninya. Kemudian orang itu berbuat dosa lagi kedua kali dan ketiga kali. Maka Allah ﷻ berkata dalam setiap kali dosa diulangi: Aku mengampuninya. Kemudian Allah berfirman: Berbuatlah sekehendakmu, sungguh Aku mengampunimu."<sup>(1)</sup> maksudnya, ketika kamu berbuat dosa kemudian memohon ampun.
Ketahuilah bahwa untuk bertaubat ada tiga syarat: Pertama, berhenti melakukan maksiat. Kedua, menyesali perbuatan dosa yang telah lalu. Ketiga, berazam dengan kuat untuk tidak akan kembali kepada maksiat. Dan jika perbuatan dosa tersebut berkaitan dengan hak-hak orang lain maka hendaknya bersegera melunasinya atau meminta dihalalkan. Atau dosa tersebut berkaitan dengan Allah, tapi ada kewajiban bayar kaffarah (denda) maka hal itu wajib
- Diriwayatkan oleh Imam Bukhari dalam Bab: Tauhid, Pasal: firman Allah ﷻ يُرِيدُونَ أَن يُبَدِّلُوا ۞ كَرِيمٌ اللَّهُ ۞ no. 7507
Syarah Empat Puluh Hadits مكتب الدعوة بحي الروضة 168
dibayar terlebih dahulu. Yang demikian itu menjadi syarat keempat dalam bertaubat.
Jika seseorang melakukan dosa berulang-ulang setiap hari dan kemudian bertaubat dengan memenuhi syarat-syaratnya maka Allah akan mengampuninya.
Ungkapan "عَلَى مَا كَانَ مِنْكَ" maksudnya dari mengulanginya, dan ungkapan "وَلَا أُبَالِي" maksudnya, Aku tidak perduli dengan dosa-dosamu tersebut.
Perkataan "يَـا ابْـنَ آدَمَ لَـوْ بَلَغَـتْ ذُنُوبُـكَ عَنَـانَ السَّـمَاءِ ..." maksudnya, andaikata dosa-dosamu itu menjelma memenuhi ruang antara langit dan bumi. Ini gambaran saking banyaknya dosa. Akan tetapi, kemurahan, kesabaran dan ampunan Allah lebih banyak dan lebih besar dari semua itu. Tidak ada perbandingan antara keduanya dan tidak ada keunggulan bagi dosa di hadapan ampunan Allah ﷺ. Oleh karena itu, dosa-dosa seluruh alam akan lenyap di hadapan kemahasabaran Allah ﷺ dan ampunan-Nya.
Ungkapan "لَـوْ أَتَيْتَنِـي بِقُـرَابِ الْأَرْضِ خَطَايَـا ..." maksudnya, kamu mendatangi-Ku dengan membawa dosa yang mendekati seberat bumi.
Ungkapan "ثُمَّ لَقِيتَنِي" maksudnya, kamu mati dalam keadaan beriman tanpa menyekutukan sesuatu pun dengan-Ku. Seorang mukmin tidak akan senang dan tenang sebelum bertemu dengan Rabnya. Firman Allah tentang ampunan-Nya sebagai berikut:
﴿إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَن يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَٰلِكَ لِمَن يَشَاءُ﴾
"Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa menyekutukan kepada-Nya dan akan mengampuni dosa-dosa selain itu bagi orang yang dikehendaki-Nya." (QS. 4: 48)
Dan Rasulullah ﷺ bersabda:
"مَا أَصَرَّ مَنِ اسْتَغْفَرَ وَإِنْ عَادَ فِي الْيَوْمِ سَبْعِينَ"
Syarah Empat Puluh Hadits مكتب الدعوة بحي الروضة 169
"Tidak dianggap israr atau menekuni dosa, orang yang memohon ampun walaupun berbuat kembali dalam satu hari tujuh puluh kali"<sup>(1)</sup>
Abu Hurairah ﷺ berkata: Rasulullah ﷺ bersabda:
"حُسْنُ الظَّنِّ بِاللهِ مِنْ حُسْنِ عِبَادَةِ اللهِ"
"Berbaik sangka kepada Allah termasuk sebaik-baik ibadah kepada Allah."<sup>(2)</sup>
Alhamdulillah, telah selesai terjemahan kitab syarah Arba'in Nawawiyah yang berisikan empat puluh dua hadits yang dikarang oeleh Imam Daqiq al Ied pada akhir blan Rajab tahun 1428 H. Semoga bermanfaat bagi pembaca dan seluruh kaum muslimin. Amien.
-
Diriwayatkan oleh Abu Dawud, dalam Bab: Shalat, Pasal: Istighfar, no. 1514 dan dikeluarkan oleh imam Tirmidzi dengan no. 3554. beliau berkata: Hadits ini gharib (sanadnya hanya satu). Kami tidak mengenal hadits ini dari hadits Abu Nushairah dan sanadnya tidak kuat.
-
dengan ١٩٩٣ ,no ,Berbaik Sangka:Pasal ,Adab :Dirwayatkan oleh Abu Dawud dalam Bab "حُسْنُ الظَّنِّ مِنْ حُسْنِ الْعِبَادَةِ" .redaksi sebagai berikut
شرح
المراجعات النبوية
للإمام
ابن دقيق العيد رحمه الله
قسم الترجمة بالمكتب التعاوني للدعوة والإرشاد وتوعية الجاليات بحي الروضة
تمت مراجعة الترجمة من قبل: مكتب الدعوة بالسلي مكتب الدعوة بالربوة



