Nabi Hud AS
Rasul kaum ‘Ad
Menyeru kaum ‘Ad untuk meninggalkan kesombongan dan kembali ke tauhid.
Informasi dasar
- Urutan
- Nabi ke-4
- Ayah
- Shalih bin Arfakhsyadz
- Istri
- Tidak disebut
- Anak
- Tidak disebut
- Saudara
- —
Konteks sejarah
- Kaum
- Kaum ‘Ad
- Penguasa/zaman
- Raja-raja kaum ‘Ad (riwayat Syaddad)
- Era
- Sekitar 2400–2300 SM
- Usia/riwayat
- Tidak disebut
Inti keteladanan
Dakwah tauhid kepada kaum ‘Ad yang sombong dan kuat.
Kisah ringkas
Nabi Hud AS diutus kepada kaum ‘Ad yang kuat secara fisik dan bangga dengan bangunan serta kekuatan mereka. Hud menyeru agar menyembah Allah semata dan meninggalkan kesombongan. Mereka mendustakan, sehingga Allah menimpakan azab angin yang dahsyat. Kisah ini menegaskan bahwa kekuatan material tanpa tauhid tidak menyelamatkan.
Poin penting
- Kaum ‘Ad ditimpa angin kencang karena ingkar
- Hud menegaskan tawakal kepada Allah
- Kekuatan dan peradaban tanpa iman bisa menjadi ujian
- Sombong adalah bibit kehancuran
- Tawakal kepada Allah lebih utama daripada andalkan kekuatan
Pelajaran untuk santri
- ✓ Kekuatan dan peradaban tanpa iman bisa menjadi ujian
- ✓ Sombong adalah bibit kehancuran
- ✓ Tawakal kepada Allah lebih utama daripada andalkan kekuatan
Dalil dan rujukan
- 1. Al-Qur’an QS Hud 11:50-60
Untuk tafsir mendalam: Ibn Katsir, Al-Qurthubi, dan jalur guru bersanad. Hindari israiliyyat yang bertentangan dengan akidah.



