Aktivis Flotila Gaza Tiba di Irlandia dan Inggris
23 Mei 2026, 23.01
Aktivis Irlandia dan Inggris yang berpartisipasi dalam flotila menuju Gaza kembali ke Irlandia dan Inggris setelah ditahan oleh pasukan Israel. Mereka mengaku mengalami perlakuan buruk selama penahanan.
Penahanan dan Perlakuan Buruk
Di antara aktivis Irlandia yang kembali adalah Margaret Connolly, saudari Presiden Irlandia Catherine Connolly. Ia menceritakan pengalamannya selama penahanan, termasuk ditahan di dalam kontainer yang tidak nyaman dan berisiko hipotermia.
Sementara itu, tujuh aktivis Inggris yang kembali ke London mengaku bahwa pasukan Israel menembakkan peluru karet ke arah mereka saat konvoi kapal mereka diintersep. Salah satu aktivis, Hannah Schafer, berusia 62 tahun dari Wales, mengaku melihat seorang wanita di sel tahanan yang mengalami luka besar di kaki akibat penembakan tersebut.
Beberapa aktivis lainnya juga mengaku bahwa beberapa relawan yang membawa bantuan ke Gaza mengalami penyiksaan dan pelecehan seksual, termasuk pemerkosaan, oleh pasukan Israel.
Perspektif Islam Aswaja
Peristiwa ini memperlihatkan betapa pentingnya solidaritas dan kepedulian terhadap saudara-saudara kita yang tertindas di Gaza. Sebagai umat Islam, kita harus selalu berusaha untuk membantu dan mendukung mereka yang membutuhkan, serta menyerukan keadilan dan perdamaian di wilayah konflik.
