Aktivis Mesir-Palestina Ramy Shaath Menang

22 Mei 2026, 11.01

Thumbnail Aktivis Mesir-Palestina Ramy Shaath Menang

Komisi Prancis memutuskan untuk tidak melakukan deportasi terhadap Ramy Shaath, seorang aktivis dan akademisi Mesir-Palestina. Keputusan ini diambil setelah komisi menyatakan bahwa deportasi tersebut akan melanggar hak privasi dan kebebasan berekspresi Shaath.

Latar Belakang

Ramy Shaath merupakan seorang veteran Arab Spring yang telah menghabiskan 900 hari dalam tahanan Mesir antara tahun 2019 dan 2022. Ia tidak lagi memiliki kewarganegaraan Mesir dan tidak dapat dikirim kembali ke daerah asalnya di Gaza karena perang yang sedang berlangsung.

Shaath diancam deportasi karena dianggap sebagai ancaman serius terhadap ketertiban umum. Namun, komisi Hauts-de-Seine departmental deportation memutuskan bahwa deportasi tersebut tidak tepat.

Dirangkum dari: Middle East Eye