Aljazair Gelar Pemilu, Namun Hasilnya Sudah Diketahui

4 Jul 2026, 11.00

Thumbnail Aljazair Gelar Pemilu, Namun Hasilnya Sudah Diketahui

Aljazair baru saja menggelar pemilu parlemen, namun hasilnya sudah dapat ditebak. Pemilu ini menimbulkan pertanyaan tentang apa yang membuat proses ini masih menarik ketika hasilnya sudah diketahui sebelumnya.

Struktur Kekuasaan

Pemilu ini menunjukkan bahwa struktur kekuasaan yang sebenarnya berada di tangan rezim, militer, dan kepresidenan. Mereka memiliki kendali atas proses pemilu dan dapat menentukan siapa yang akan memenangkan pemilu.

Partai-partai politik di Aljazair terus berusaha untuk memenangkan pemilu, namun mereka tahu bahwa hasilnya sudah diketahui sebelumnya. Mereka terus berusaha untuk mempertahankan keberadaan mereka dan memenangkan kursi di parlemen.

Abstensi dan Penolakan

Abstensi dalam pemilu ini sangat tinggi, dengan hanya 21% dari pemilih yang hadir. Ini menunjukkan bahwa banyak warga Aljazair yang tidak percaya pada proses pemilu dan tidak ingin berpartisipasi.

Sebelum pemilu, ada proses penyaringan calon yang ketat. Banyak calon yang ditolak karena alasan teknis, moral, atau prosedural. Ini membuat calon-calon merasa bahwa mereka tidak memiliki kesempatan yang adil untuk memenangkan pemilu.

Perspektif Islam

Dalam perspektif Islam, pemilu harus dijalankan dengan adil dan transparan. Setiap warga negara harus memiliki kesempatan yang sama untuk berpartisipasi dan memilih pemimpin mereka. Pemilu harus dijalankan dengan integritas dan tidak boleh dipengaruhi oleh kepentingan pribadi atau kelompok.

Dirangkum dari: Middle East Eye