AS dan Iran Capai Kesepakatan

22 Jun 2026, 05.01

Thumbnail AS dan Iran Capai Kesepakatan

Amerika Serikat dan Iran telah mencapai kesepakatan kerangka untuk mencapai persetujuan akhir, menurut pernyataan bersama dari mediator Pakistan dan Qatar setelah pertemuan di Swiss.

Para mediator menyatakan bahwa komite tingkat tinggi telah dibentuk untuk memberikan pengawasan politis terhadap proses ini, sementara negosiator utama akan secara teratur melaporkan kepada badan tersebut dan mengawasi kelompok kerja yang fokus pada isu-isu seperti program nuklir Iran, sanksi AS, dan mekanisme resolusi sengketa.

Pernyataan tersebut juga menyatakan bahwa pihak-pihak tersebut telah setuju untuk membentuk jalur komunikasi langsung mengenai Selat Hormuz dan sel de-escalasi yang bertugas untuk mendukung akhir dari operasi militer di Lebanon.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menggambarkan negosiasi-negosiasi tersebut telah mencapai 'kemajuan besar' menuju penghentian perang di Lebanon.

Ia juga menyatakan bahwa Amerika Serikat telah mencabut sanksi terhadap ekspor minyak Iran, melepas beberapa aset Iran yang dibekukan, dan meluncurkan inisiatif rekonstruksi dan pengembangan besar-besaran untuk Iran sebagai bagian dari pemahaman yang lebih luas antara kedua belah pihak.

Perspektif Islam Aswaja

Dalam perspektif Islam Aswaja, kesepakatan ini dapat dilihat sebagai upaya untuk mencapai perdamaian dan keamanan di kawasan. Islam mengajarkan pentingnya mencari perdamaian dan menghindari pertumpahan darah. Dalam Al-Qur'an, Allah SWT berfirman, 'Dan jika mereka condong kepada perdamaian, maka condonglah kepadanya dan percayalah kepada Allah.' (QS. Al-Anfal: 61). Oleh karena itu, kesepakatan ini dapat dianggap sebagai langkah positif menuju perdamaian dan keamanan di kawasan.

Bacaan ini bagian dari ikhtiar SantriOnline dalam membina generasi muslim Indonesia: aqidah yang kukuh, adab yang hidup, ilmu yang terus tumbuh, dan keterampilan yang siap dipakai.

Dirangkum dari: Middle East Eye