BAZNAS RI dan Ma'had Aly Tebuireng Perkuat Sinergi Pendidikan Islam
29 Agu 2026, 11.07

Pendidikan adalah pilar utama kemajuan suatu bangsa, dan dalam tradisi Islam, ia merupakan fondasi peradaban. Menyadari pentingnya peran pendidikan tinggi Islam, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Republik Indonesia terus berkomitmen mendukung para penuntut ilmu. Salah satu wujud komitmen tersebut adalah melalui Program Beasiswa Cendekia BAZNAS (BCB) yang secara rutin dilaksanakan.
Baru-baru ini, sinergi antara lembaga amil zakat nasional dan institusi pendidikan Islam terkemuka kembali terjalin erat. BAZNAS RI telah sukses menggelar kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) Program Beasiswa Cendekia BAZNAS (BCB) di Ma’had Aly Hasyim Asy’ari Tebuireng, Jombang. Agenda strategis ini dilaksanakan pada Jumat, 28 Agustus 2026, sebagai langkah nyata dalam memastikan efektivitas dan keberlanjutan program beasiswa yang disalurkan.
Penguatan Program Beasiswa Cendekia BAZNAS
Kegiatan monev ini menjadi momen penting untuk meninjau implementasi program beasiswa serta mendengarkan langsung masukan dari pihak Ma’had Aly dan para penerima beasiswa. Kehadiran Kepala Divisi Pendidikan dan Vokasi BAZNAS RI, Dr. (c) Farid Septian, S.Sos., M.Hum., menunjukkan keseriusan BAZNAS dalam mengawal program ini. Beliau didampingi oleh Rois Marhalah Tsaniyah (M2) Ma’had Aly Hasyim Asy’ari, Dr. [nama tidak disebutkan dalam sumber], yang turut memberikan pandangan dan evaluasi dari perspektif institusi pendidikan.
Program Beasiswa Cendekia BAZNAS dirancang untuk mendukung santri dan mahasiswa berprestasi yang memiliki potensi besar untuk menjadi ulama dan pemimpin masa depan. Dengan adanya monev ini, diharapkan kualitas penyaluran beasiswa dapat terus ditingkatkan, sehingga dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang dihimpun dari umat dapat termanfaatkan secara optimal untuk kemaslahatan pendidikan Islam. Ini adalah bentuk pertanggungjawaban BAZNAS kepada muzaki dan mustahik.
Sinergi antara BAZNAS dan Ma’had Aly Tebuireng bukan hanya sekadar penyaluran dana, melainkan juga sebuah kolaborasi strategis untuk mencetak generasi cendekia Muslim yang memiliki kedalaman ilmu agama dan keluasan wawasan. Ma’had Aly, sebagai lembaga pendidikan tinggi Islam yang fokus pada kajian kitab kuning dan tradisi keilmuan salaf, merupakan mitra yang sangat relevan dalam mencapai tujuan tersebut.
Peran Zakat dan Pendidikan dalam Tradisi Aswaja
Dalam ajaran Islam Ahlus Sunnah wal Jamaah (Aswaja), pendidikan dan zakat memegang peranan vital. Zakat, sebagai salah satu rukun Islam, tidak hanya berfungsi sebagai ibadah ritual, tetapi juga instrumen ekonomi dan sosial yang mampu mengentaskan kemiskinan dan memajukan umat. Salah satu asnaf (golongan penerima) zakat adalah fii sabilillah, yang seringkali diinterpretasikan secara luas untuk mendukung perjuangan di jalan Allah, termasuk dalam bidang pendidikan dan dakwah.
Ma’had Aly sendiri merupakan manifestasi dari semangat menjaga dan mengembangkan tradisi keilmuan Islam yang autentik di Indonesia. Berada di bawah naungan Pondok Pesantren Tebuireng yang didirikan oleh Hadratus Syekh KH. Hasyim Asy'ari, Ma'had Aly memiliki sanad keilmuan yang kuat dan menjadi benteng penjaga ajaran Aswaja. Keberadaan Ma'had Aly sangat krusial dalam melahirkan ulama-ulama yang moderat, toleran, dan memiliki pemahaman agama yang mendalam.
Dukungan BAZNAS terhadap Ma’had Aly melalui program beasiswa ini adalah cerminan dari pemahaman bahwa investasi terbaik bagi umat adalah investasi pada sumber daya manusia yang berilmu dan berakhlak mulia. Ini sejalan dengan prinsip-prinsip Aswaja yang senantiasa mendorong umat untuk mencintai ilmu, menghormati ulama, dan berkontribusi aktif bagi kemajuan peradaban Islam.
Pelajaran dan Refleksi untuk Umat
Dari kegiatan monev ini, kita dapat memetik beberapa pelajaran berharga. Pertama, pentingnya amanah dalam pengelolaan dana umat. BAZNAS sebagai lembaga amil zakat nasional menunjukkan transparansi dan akuntabilitas melalui kegiatan monitoring dan evaluasi, memastikan bahwa setiap rupiah zakat tersalurkan tepat sasaran dan memberikan dampak maksimal.
Kedua, urgensi sinergi antarlembaga. Kolaborasi antara BAZNAS dan Ma’had Aly adalah contoh nyata bagaimana lembaga pemerintah dan lembaga pendidikan tradisional dapat bekerja sama demi kemajuan umat. Sinergi ini memperkuat ekosistem pendidikan Islam di Indonesia, menciptakan jembatan antara kebutuhan dana dan ketersediaan sumber daya manusia berkualitas.
Ketiga, panggilan untuk terus mencintai ilmu. Kisah para santri penerima beasiswa adalah inspirasi bagi kita semua untuk tidak pernah berhenti belajar dan menggali khazanah keilmuan Islam. Para santri dan umat Islam dapat terus mengikuti perkembangan dan kisah inspiratif seputar pendidikan Islam melalui platform seperti SantriOnline, yang berkomitmen menyajikan informasi bermanfaat dan mendidik, serta menginspirasi untuk menjadi pribadi yang lebih baik.
Kegiatan monitoring dan evaluasi Program Beasiswa Cendekia BAZNAS di Ma’had Aly Tebuireng ini adalah sebuah langkah maju yang patut diapresiasi. Ini menunjukkan komitmen kuat BAZNAS RI dalam mendukung pendidikan Islam dan melahirkan generasi ulama yang berkualitas. Semoga sinergi positif ini terus berlanjut dan memberikan manfaat yang luas bagi kemajuan umat dan bangsa.
Bacaan ini bagian dari ikhtiar SantriOnline dalam membina generasi muslim Indonesia: aqidah yang kukuh, adab yang hidup, ilmu yang terus tumbuh, dan keterampilan yang siap dipakai.



