Britania: Hampir Satu dari Lima Rujukan Prevent Mengidap Autisme

7 Agu 2026, 11.03

Thumbnail Britania: Hampir Satu dari Lima Rujukan Prevent Mengidap Autisme

Britania Raya baru-baru ini mengeluarkan data tentang program pencegahan ekstremisme Prevent, yang menunjukkan bahwa hampir satu dari lima rujukan memiliki catatan autismo.

Data Baru dari Kementerian Dalam Negeri

Menurut data dari Kementerian Dalam Negeri Inggris, sebanyak 1.833 dari 9.957 orang yang dirujuk ke program Prevent antara Oktober 2024 dan September 2025 memiliki catatan autismo, dengan 1.199 di antaranya diklasifikasikan sebagai kasus yang dikonfirmasi dan 634 lainnya dicatat sebagai kasus yang diduga.

Data ini juga menunjukkan bahwa hampir 10.000 orang dirujuk ke program Prevent di Inggris dan Wales selama periode tersebut, yang merupakan jumlah tahunan tertinggi sejak catatan dimulai pada 2015, setelah meningkat 39 persen dari tahun sebelumnya.

Kritik terhadap Program Prevent

Analisis data ini menimbulkan kekhawatiran tentang dampak program Prevent pada orang dengan kondisi neurodivergen. Jacob Smith, petugas kebijakan dan advokasi di Rights and Security International, mengatakan bahwa peningkatan rujukan orang dengan autismo sangat mengkhawatirkan dan mencerminkan masalah lama dengan program pencegahan ekstremisme pemerintah.

Smith juga menyoroti bahwa program Prevent telah lama dituduh memiliki bias dan diskriminasi, terutama terhadap komunitas Muslim, dan sekarang juga terhadap orang dengan autismo.

Konteks Umum

Program Prevent adalah bagian dari strategi kontra-terorisme Inggris, yang bertujuan untuk mencegah ekstremisme dan radikalisasi. Namun, program ini telah dikritik karena dianggap tidak efektif dan memiliki dampak negatif pada komunitas tertentu.

Data terbaru ini menambah kekhawatiran tentang program Prevent dan perlunya evaluasi ulang tentang dampaknya pada orang dengan kondisi neurodivergen.

Pelajaran dan Refleksi

Data ini mengingatkan kita tentang pentingnya memahami dan menghargai keragaman dalam masyarakat, termasuk orang dengan kondisi neurodivergen. Kita harus berusaha untuk menciptakan lingkungan yang inklusif dan mendukung, bukan mengkriminalisasi atau membedakan orang berdasarkan kondisi mereka.

Program Prevent harus dievaluasi ulang untuk memastikan bahwa itu efektif dan tidak memiliki dampak negatif pada komunitas tertentu. Kita harus bekerja sama untuk menciptakan masyarakat yang lebih adil dan inklusif, di mana semua orang dapat hidup dengan aman dan sejahtera.

Bacaan ini bagian dari ikhtiar SantriOnline dalam membina generasi muslim Indonesia: aqidah yang kukuh, adab yang hidup, ilmu yang terus tumbuh, dan keterampilan yang siap dipakai.

Dirangkum dari: Middle East Eye