Cinta Nabi pada Aisyah dan Keadilan terhadap Istri
30 Jun 2026, 23.01

Nabi Muhammad SAW menyatakan Aisyah sebagai istri yang paling dicintainya, sehingga menimbulkan kecemburuan. Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana kecintaan ini sesuai dengan keadilan terhadap istri-istri lainnya dalam Islam.
Keadilan dalam Poligami
Shaykh Faraz Rabbani menjelaskan bahwa keadilan dalam poligami bukan berarti bahwa seorang suami harus mencintai semua istrinya dengan sama. Keadilan dalam poligami lebih kepada memperlakukan istri-istri dengan adil dan tidak membeda-bedakan dalam hal-hal yang wajib, seperti nafkah dan tempat tinggal.
Nabi Muhammad SAW menunjukkan keadilan terhadap istri-istrinya dengan membagi waktu dan perhatian secara adil. Beliau juga memastikan bahwa semua istri-istrinya mendapatkan hak-hak mereka secara adil.
Cinta Nabi pada Aisyah
Cinta Nabi pada Aisyah tidak berarti bahwa beliau tidak mencintai istri-istrinya yang lain. Aisyah sendiri merupakan seorang wanita yang cerdas dan shalehah, sehingga Nabi sangat mencintainya. Namun, ini tidak berarti bahwa beliau membeda-bedakan istri-istrinya dalam hal-hal yang wajib.
