Dokter Israel Kritik Pengadilan

20 Jul 2026, 11.03

Thumbnail Dokter Israel Kritik Pengadilan

Seorang dokter anak spesialis di Pusat Medis Yitzhak Shamir, Michal Feldon, menggambarkan sidang di Pengadilan Tinggi Keadilan Israel tentang pembukaan koridor kemanusiaan sebagai 'sandiwara lain dari rezim fasis'. Dokter tersebut mengacu pada sidang yang diadakan setelah organisasi Physicians for Human Rights mengajukan petisi untuk membuka koridor kemanusiaan.

Petisi untuk Koridor Kemanusiaan

Organisasi tersebut meminta agar koridor kemanusiaan dibuka untuk memungkinkan pasien kritis dari Gaza dipindahkan ke Tepi Barat dan Yerusalem Timur yang diduduki untuk mendapatkan perawatan medis. Feldon menyoroti tujuh momen dari sidang tersebut sebagai refleksi dari 'prinsip-prinsip fasis' dalam sebuah postingan di Facebook.

Di antara momen-momen tersebut adalah kehadiran Menteri Keamanan Nasional yang duduk di sebelah pengacara kelompok hak asasi manusia tanpa alasan yang jelas, penolakan hakim untuk mendengar pernyataan dari lima dokter Yahudi senior Israel, dan penolakan pengadilan terhadap petisi tersebut. 'Dalam kemurahan hati', kata Feldon, 'pengadilan merekomendasikan agar organisasi hak asasi manusia yang relevan meminta tekanan pada negara-negara ketiga untuk menerima pasien - karena tanggung jawab untuk menyelamatkan mereka adalah swasta, sipil, dan tidak - Allah melarang - terkait dengan negara'.

Konteks Umum

Situasi di Gaza telah menjadi perhatian internasional karena krisis kemanusiaan yang parah. Banyak pasien yang memerlukan perawatan medis yang tidak tersedia di Gaza. Pembukaan koridor kemanusiaan dapat membantu menyelamatkan nyawa mereka.

Reaksi dokter tersebut mencerminkan kekecewaan dan kemarahan atas keputusan pengadilan. Ini juga menunjukkan pentingnya memperjuangkan hak asasi manusia dan kemanusiaan, terutama dalam situasi konflik.

Pelajaran dan Refleksi

Peristiwa ini mengingatkan kita tentang pentingnya memperjuangkan hak asasi manusia dan kemanusiaan. Ini juga menunjukkan bahwa perjuangan tersebut tidaklah mudah dan seringkali dihadapkan pada tantangan dan penolakan. Namun, perjuangan tersebut tetap penting untuk dilakukan.

Sebagai umat Islam, kita diajarkan untuk selalu memperjuangkan kebenaran dan keadilan. Kita juga diajarkan untuk memiliki belas kasihan dan empati terhadap sesama manusia. Peristiwa ini mengingatkan kita tentang pentingnya mempraktekan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

Dirangkum dari: Middle East Eye