Ennahda Siap Bangkit Lagi
3 Agu 2026, 11.01

Presiden Kais Saied berusaha untuk menghancurkan Ennahda, gerakan Islam terbesar di Tunisia, dengan menangkap pemimpinnya dan menutup kantor-kantornya. Namun, lima tahun setelah itu, generasi baru Ennahda bersiap untuk kembali berkuasa.
Sejarah Ennahda
Ennahda didirikan pada awal 1980-an sebagai gerakan oposisi Islam terhadap pemerintahan Zine El Abidine Ben Ali. Setelah revolusi Arab Spring, Ennahda kembali ke panggung politik dan memenangkan pemilihan demokratis pertama di Tunisia. Mereka menyajikan diri sebagai model "demokrasi Muslim" dan berbeda dari gerakan Islam lainnya di wilayah tersebut.
Ennahda percaya bahwa Islam dan demokrasi dapat berjalan berdampingan. Mereka bergerak menjauh dari ide partai Islam dan menuju partai "demokrat Muslim" yang berkomitmen pada pluralisme, aturan konstitusional, dan transisi kekuasaan yang damai.
Visi Ennahda
Ennahda memiliki visi untuk membawa perubahan positif bagi Tunisia. Mereka percaya bahwa agama harus memberikan bimbingan moral bagi masyarakat, sementara institusi demokratis, pemilihan yang kompetitif, dan yudisial yang independen harus tetap menjadi dasar pemerintahan.
Mereka juga berkomitmen pada kebebasan sipil, kewarganegaraan yang setara, dan pluralisme politik. Visi ini memenangkan dukungan dari pemerintah Barat yang ingin melihat Tunisia sukses di mana banyak revolusi Arab Spring telah gagal.
Generasi Baru Ennahda
Generasi baru Ennahda yakin bahwa mereka akan bangkit lagi dan memimpin Tunisia ke arah yang lebih baik. Mereka percaya bahwa gerakan mereka masih relevan dan dapat membawa perubahan positif bagi negara.
Mereka mengatakan bahwa tekanan dari pemerintah telah memaksa Ennahda untuk menghadapi kesalahan-kesalahan mereka, memperbarui kepemimpinan, dan mempersiapkan diri untuk masa depan di luar kekuasaan Saied.
Pelajaran dari Sejarah
Sejarah Ennahda mengajarkan kita bahwa perjuangan untuk demokrasi dan kebebasan tidaklah mudah. Namun, dengan komitmen dan ketabahan, kita dapat mencapai tujuan kita.
Kita juga harus belajar dari kesalahan-kesalahan masa lalu dan memperbarui diri untuk menghadapi tantangan-tantangan baru. Dengan demikian, kita dapat membangun masa depan yang lebih baik bagi Tunisia dan umat Islam secara keseluruhan.
Refleksi Keumatan
Sebagai umat Islam, kita harus selalu memperjuangkan keadilan, kebebasan, dan demokrasi. Kita harus berkomitmen pada pluralisme, toleransi, dan kebersamaan.
Kita juga harus memperbarui diri untuk menghadapi tantangan-tantangan baru dan mempersiapkan diri untuk masa depan yang lebih baik. Dengan demikian, kita dapat membangun umat Islam yang kuat, beradab, dan berkontribusi pada kebaikan dunia.
Bacaan ini bagian dari ikhtiar SantriOnline dalam membina generasi muslim Indonesia: aqidah yang kukuh, adab yang hidup, ilmu yang terus tumbuh, dan keterampilan yang siap dipakai.



