Inggris Diminta Sanksi Netanyahu

6 Jul 2026, 11.00

Thumbnail Inggris Diminta Sanksi Netanyahu

Lebih dari 70 anggota parlemen Inggris menyerukan sanksi terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Menteri Kehakiman Israel Yariv Levin atas tuduhan penyiksaan warga Palestina.

Anggota parlemen dari berbagai partai menandatangani surat yang ditujukan kepada Menteri Luar Negeri Inggris Yvette Cooper, menyerukan agar pemerintah Inggris mengambil tindakan untuk mengakhiri ketidakpedulian Israel terhadap hak asasi manusia.

Surat dari Anggota Parlemen

Surat tersebut dipimpin oleh Anggota Parlemen Partai Buruh Neil Duncan-Jordan dan menyerukan agar Cooper mengambil tindakan untuk mengakhiri penyiksaan warga Palestina dengan menyanksi Netanyahu dan Levin.

Surat tersebut juga menyebutkan bahwa sanksi yang diberikan kepada menteri-menteri sayap kanan Israel tahun lalu tidak cukup untuk mengubah pendekatan pemerintah Israel terhadap tahanan Palestina.

Laporan PBB

Laporan PBB pada Februari menyebutkan bahwa penyiksaan telah menjadi bagian integral dari dominasi dan hukuman yang diberikan kepada warga Palestina, baik melalui penyalahgunaan dalam tahanan maupun melalui kampanye pemaksaan pengusiran, pembunuhan massal, penghapusan, dan perusakan sarana hidup.

Anggota parlemen juga menyebutkan bahwa Netanyahu telah memuji keputusan untuk menghapuskan tuduhan pemerkosaan terhadap seorang tahanan Palestina oleh tentara Israel beberapa bulan lalu.

Tanggapan Pemerintah Inggris

Seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri, Persemakmuran, dan Pembangunan Inggris menyatakan bahwa laporan tentang penyalahgunaan tahanan oleh pasukan Israel sangat memalukan dan pemerintah Inggris telah mengangkat masalah ini dengan pemerintah Israel.

Semua tahanan harus diperlakukan dengan martabat dan sesuai dengan hukum internasional, dan semua tuduhan penyiksaan atau penyalahgunaan harus diselidiki secara menyeluruh.

Konteks Umum

Situasi di Palestina telah menjadi perhatian internasional selama beberapa tahun terakhir, dengan konflik antara Israel dan Palestina yang berkepanjangan.

Pemerintah Israel telah dituduh melakukan berbagai pelanggaran hak asasi manusia, termasuk penyiksaan, penahanan sewenang-wenang, dan pembunuhan.

Untuk mengatasi situasi ini, diperlukan upaya internasional yang serius untuk mengakhiri konflik dan mempromosikan perdamaian di wilayah tersebut.

Pelajaran dan Refleksi

Peristiwa ini mengingatkan kita tentang pentingnya mempromosikan dan melindungi hak asasi manusia di seluruh dunia.

Kita harus selalu berusaha untuk meningkatkan kesadaran dan membangun solidaritas dengan mereka yang terkena dampak oleh pelanggaran hak asasi manusia.

Dalam konteks ini, peran masyarakat sipil dan organisasi internasional sangat penting dalam mempromosikan perdamaian dan keadilan di wilayah konflik.

Dirangkum dari: Middle East Eye