Iran Gelar Upacara Pemakaman Negara
4 Jul 2026, 23.02

Iran memulai upacara pemakaman negara selama enam hari untuk Ayatollah Ali Khamenei, pemimpin tertinggi Iran yang terbunuh lebih dari empat bulan yang lalu.
Peti mati Khamenei, yang dilapisi dengan sorban hitam, ditempatkan di Grand Mosalla di ibukota Tehran. Peziarah, banyak yang mengenakan pakaian hitam, mulai tiba sebelum fajar. Televisi negara mengumumkan dimulainya upacara pemakaman resmi nasional sekitar pukul 6 pagi waktu setempat.
Upacara Pemakaman
Banyak orang membawa bendera merah dengan tulisan 'Martyr' (Syahid). Teriakan 'Kematian bagi Amerika', 'Kematian bagi Israel', dan 'Balas dendam, balas dendam' bergema di tengah kerumunan.
Pemerintah mengharapkan antara 15 dan 20 juta orang hadir dalam upacara pemakaman di Tehran saja. Upacara pemakaman akan berlangsung selama enam hari, termasuk acara di Irak, sebelum Khamenei dimakamkan di kota Mashhad di timur laut.
Dignitari dari Berbagai Negara
Pejabat dari lebih dari 100 negara diharapkan hadir dalam upacara pemakaman. Di antaranya adalah Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif dan Kepala Staf Angkatan Darat Field Marshal Asim Munir, yang memainkan peran kunci dalam memfasilitasi pembicaraan dengan Amerika Serikat selama perang.
Pejabat senior dari Rusia, Cina, India, dan Afganistan juga diharapkan hadir. Semua mata tertuju pada apakah Mojtaba Khamenei akan membuat penampilan pertamanya di depan umum sejak perang dimulai.
Mojtaba Khamenei, yang terluka selama perang, menggantikan ayahandanya sebagai pemimpin tertinggi pada Maret dan hanya muncul melalui pernyataan tertulis.
Konteks Umum
Ayatollah Ali Khamenei merupakan pemimpin tertinggi Iran selama hampir empat dekade. Ia mengambil alih kekuasaan setelah Ayatollah Ruhollah Khomeini dan menjabat sebagai presiden selama Perang Iran-Irak.
Masa pemerintahannya ditandai dengan permusuhan dengan Amerika Serikat. Pejabat telah meminta masyarakat untuk menghadiri upacara pemakaman untuk menghormati Khamenei, yang terbunuh pada usia 86 tahun.
Pelajaran dan Refleksi
Peristiwa ini mengingatkan kita tentang pentingnya menghormati pemimpin dan tokoh yang telah berjasa bagi bangsa dan negara. Kita juga perlu memahami konteks sejarah dan politik yang melatarbelakangi peristiwa ini.
Sebagai umat Islam, kita perlu mengingatkan diri kita sendiri tentang pentingnya memperlakukan pemimpin dan tokoh dengan hormat dan menghargai jasa mereka. Kita juga perlu memahami pentingnya mempertahankan persatuan dan kesatuan di tengah perbedaan dan konflik.
