Iran Kecam Persekutuan AS dan Israel
14 Mei 2026, 05.01
Situasi di Timur Tengah kembali memanas setelah Wakil Presiden Pertama Iran, Mohammad Mokhber, menegaskan bahwa hak Iran atas Selat Hormuz sudah mapan dan tidak perlu diperdebatkan lagi.
Periode ini bertepatan dengan kunjungan rahasia Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, ke Uni Emirat Arab (UEA), yang menimbulkan kekhawatiran tentang kemungkinan persekutuan baru antara negara-negara tersebut.
Reaksi Iran
Iran mengecam keras apa yang mereka sebut sebagai 'persekutuan' antara AS dan Israel, yang dianggap sebagai ancaman bagi keamanan regional. Tehran menegaskan bahwa mereka tidak akan ragu untuk mempertahankan hak-hak mereka atas Selat Hormuz, yang merupakan jalur perdagangan strategis di Timur Tengah.
