Iran Peringatkan Penyalahgunaan Aset Beku
24 Jul 2026, 05.02

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi memperingatkan bahwa menggunakan aset negara asing untuk membayar klaim di masa depan dapat menimbulkan kekacauan.
"Mengambil alih aset negara lain untuk membayar klaim yang tidak terkait di masa depan adalah preseden yang berbahaya," kata Araghchi dalam sebuah pernyataan.
Peringatan Araghchi
Araghchi menegaskan bahwa mereka yang merayakan atau memperoleh keuntungan dari dana tersebut harus ingat bahwa sekali pemerintah membenarkan pengambilalihan aset, tidak ada aset yang aman.
"Kekacauan yang akan terjadi tidak akan indah atau damai," tambahnya.
Latar Belakang
Peringatan Araghchi ini terkait dengan pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump bahwa ia akan menggunakan dana Iran untuk membayar kerusakan yang dialami oleh kapal di Selat Hormuz.
Penyalahgunaan aset negara asing dapat menimbulkan konsekuensi yang serius dan berdampak pada stabilitas keamanan internasional.
Pelajaran dari Peristiwa Ini
Peristiwa ini mengingatkan kita tentang pentingnya menjaga hubungan internasional yang baik dan menghormati kedaulatan negara lain.
Kita harus selalu berusaha untuk menyelesaikan konflik dengan cara yang damai dan tidak menggunakan kekerasan atau ancaman.
Dengan demikian, kita dapat menjaga keamanan dan stabilitas dunia serta mempromosikan perdamaian dan kerja sama internasional.
