Iran Puji Ketabahan Tim Sepak Bola
28 Jun 2026, 23.01

Kementerian Luar Negeri Iran memuji tim sepak bola nasional setelah harapan mereka untuk mencapai babak knockout Piala Dunia berakhir. Mereka menyatakan bahwa pemain telah menunjukkan ketabahan di bawah tekanan yang tidak manusiawi dan belum pernah terjadi sebelumnya.
Jurubicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menyatakan bahwa pembatasan dan tekanan tidak membuat tim menyerah. Ia menulis di media sosial, "Baik pembatasan maupun tekanan tidak membuat tim menjadi lemah".
Tekanan dari AS
Komentar tersebut disampaikan setelah pertandingan antara Austria dan Aljazair yang mengkonfirmasi eliminasi Iran dari Piala Dunia. Ini berarti tim Iran gagal mencapai babak knockout untuk pertama kalinya.
Kampanye Iran di Piala Dunia diwarnai dengan tekanan diskriminatif yang kuat dari otoritas AS, termasuk pembatasan visa yang mengganggu pergerakan tim selama turnamen. Iran yang berbasis di Meksiko sebagai tuan rumah bersama harus melakukan perjalanan ke AS untuk ketiga pertandingan babak grup.
Otoritas AS meminta tim Iran untuk memasuki negara tersebut dalam waktu 24 jam sebelum setiap pertandingan dan meninggalkan negara tersebut pada hari yang sama. Pelatih Iran, Amir Ghalenoei, menggambarkan perlakuan pemerintah AS terhadap skuadnya sebagai "sangat buruk".
Dalam perspektif Islam, ketabahan dan kesabaran dalam menghadapi kesulitan dan tekanan merupakan nilai yang sangat penting. Dalam Al-Qur'an, Allah SWT berfirman, "Sesungguhnya besarnya pahala itu disertai dengan besarnya cobaan." (QS. Al-Baqarah: 286). Oleh karena itu, kita harus selalu bersyukur dan bersabar dalam menghadapi setiap cobaan yang datang.
