Iran: Syarat Gencatan Senjata Memenuhi Standar Perdamaian Langgeng
12 Mei 2026, 23.02
Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi, membela proposal Tehran untuk mengakhiri perang, menyebutnya sebagai dasar untuk setiap kesepakatan yang kredibel dan tahan lama.
Ia menulis bahwa rencana tersebut mencerminkan "persyaratan minimum untuk setiap kesepakatan serius dan berkelanjutan yang selaras dengan Piagam PBB".
Gharibabadi mengutuk penolakan Washington terhadap proposal tersebut, dengan mengatakan bahwa hal itu mengungkapkan agenda yang lebih luas.
Menurutnya, syarat-syarat Iran termasuk penghentian permanen terhadap permusuhan, kompensasi untuk kerusakan, dan penghapusan sanksi ilegal.
Kritik terhadap AS dan sekutunya
Gharibabadi juga menuduh AS dan sekutunya mengunderminasi diplomasi melalui tekanan yang berkelanjutan.
"Seseorang tidak dapat berbicara tentang gencatan senjata sambil melanjutkan pengepungan; berbicara tentang diplomasi sambil meningkatkan sanksi; atau membahas stabilitas regional sambil memberikan dukungan politik dan militer kepada rezim yang merupakan sumber agresi dan ketidakstabilan," katanya.
"Pendekatan seperti itu bukanlah negosiasi; itu adalah kelanjutan dari kebijakan paksaan dengan istilah diplomatik," tambahnya.
Dari perspektif Islam, perdamaian dan kesepakatan yang adil sangat penting dalam mengakhiri konflik dan membangun hubungan yang harmonis antar negara dan komunitas.
Sebagaimana yang diajarkan dalam Islam, pentingnya mencari perdamaian dan kesepakatan yang adil, serta menghindari tindakan yang dapat memperburuk konflik dan memperluas kesengsaraan.
