Iran yang menentukan penggunaan aset beku

23 Jun 2026, 11.00

Thumbnail Iran yang menentukan penggunaan aset beku

Duta besar Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Jenewa, Ali Bahreini, menyatakan bahwa Iran akan menentukan sendiri penggunaan aset beku yang akan dicairkan dalam kesepakatan antara Iran dan Amerika Serikat. Hal ini bertentangan dengan klaim Amerika Serikat yang menyatakan bahwa aset beku Iran dapat digunakan untuk membeli barang-barang AS seperti kedelai.

Sebagai bagian dari kesepakatan yang sedang dinegosiasikan, Amerika Serikat telah setuju untuk melepas $12 miliar dana yang dibekukan kepada Iran, seperti yang dilaporkan oleh media negara Iran pada hari Selasa. Selain itu, Amerika Serikat juga akan menangguhkan sementara sanksi terhadap minyak dari Republik Islam Iran.

Wakil Presiden Amerika Serikat, JD Vance, mengatakan pada hari Senin bahwa aset Iran belum dicairkan sebagai bagian dari kesepakatan dan bahwa jika dicairkan, aset tersebut dapat digunakan untuk membeli barang-barang AS dan tidak akan digunakan untuk mendanai terorisme. Namun, Ali Bahreini menolak pernyataan tersebut.

Penggunaan Aset Beku

Duta besar Bahreini menegaskan bahwa Iran akan menentukan sendiri penggunaan aset beku yang akan dicairkan. Ia menyatakan bahwa 'Iran adalah satu-satunya negara yang akan menentukan apa yang harus dilakukan dengan asetnya, yang akan dicairkan'.

Dalam perspektif Islam, penting untuk memahami bahwa setiap negara memiliki hak untuk menentukan penggunaan sumber daya dan asetnya sendiri. Hal ini sejalan dengan prinsip kedaulatan dan kemandirian yang menjadi dasar hubungan internasional. Dalam konteks ini, Iran berhak untuk menentukan penggunaan aset beku yang akan dicairkan, tanpa campur tangan pihak lain.

Bacaan ini bagian dari ikhtiar SantriOnline dalam membina generasi muslim Indonesia: aqidah yang kukuh, adab yang hidup, ilmu yang terus tumbuh, dan keterampilan yang siap dipakai.

Dirangkum dari: Middle East Eye