Israel dan AS Menghancurkan Warisan Kuno Iran dan Lebanon
21 Jun 2026, 11.01

Israel dan AS dituding menghancurkan warisan kuno Iran dan Lebanon, namun tidak banyak perhatian dari masyarakat internasional. Hal ini menimbulkan kecaman bahwa AS dan Israel tidak menghargai warisan budaya dan sejarah.
Destruksi Warisan Kuno
Pada tahun 2001, Taliban menghancurkan patung Buddha raksasa di Lembah Bamiyan, Afganistan, yang menuai kecaman dari seluruh dunia. Namun, ketika AS dan Israel menghancurkan situs-situs kuno di Iran dan Lebanon, tidak banyak perhatian yang diberikan.
Di Iran, banyak situs kuno yang rusak akibat serangan AS dan Israel. Sementara itu, di Lebanon, kota kuno Tyre yang memiliki sejarah lebih dari 5.000 tahun menjadi target serangan Israel. Situs-situs kuno seperti Hippodrome Romawi, nekropolis Fenisia, dan jalan-jalan kuno yang berkolonade menjadi target bom Israel.
Kritik terhadap AS dan Israel
Gubernur Provinsi Isfahan, Mehdi Jamalinejad, mengatakan bahwa serangan AS dan Israel terhadap situs-situs kuno adalah 'deklarasi perang terhadap peradaban'. Ia menambahkan bahwa 'musuh yang tidak memiliki budaya tidak memperdulikan simbol-simbol budaya'.
Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang hipokrisi AS dan Israel yang mengklaim peduli terhadap warisan budaya, namun tidak menghargai warisan kuno di Iran dan Lebanon.
Bacaan ini bagian dari ikhtiar SantriOnline dalam membina generasi muslim Indonesia: aqidah yang kukuh, adab yang hidup, ilmu yang terus tumbuh, dan keterampilan yang siap dipakai.



