Kehadiran Israel di Forest City Malaysia
3 Agu 2026, 11.02

Kontroversi kehadiran Israel di Forest City Malaysia memicu debat tentang kebijakan pro-Palestina dan kontrol Zionis di negara tersebut. Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, menyatakan bahwa pemerintah akan mengusir warga Israel yang ditemukan di negara tersebut.
Investigasi dilakukan setelah dugaan bahwa warga Israel terlibat dalam komunitas residensial dan teknologi di negara bagian Johor. Kepala Menteri Johor, Dato Onn Hafiz Ghazi, memerintahkan pihak berwenang untuk menyelidiki dugaan tersebut.
Investigasi dan Reaksi
Setelah dua putaran investigasi, Departemen Imigrasi Malaysia menyatakan bahwa tidak ada pelanggaran yang ditemukan di antara 379 warga asing yang diselidiki. Namun, 19 individu tidak dapat dilacak dan diduga masuk atau keluar negara secara ilegal.
Pemerintah Amerika Serikat memanggil Duta Besar Malaysia ke AS, Tan Sri Muhammad Shahrul Ikram Yaakob, untuk menjelaskan posisi Malaysia terhadap Israel. Pemerintah Malaysia tetap pada keputusannya untuk tidak mengubah kebijakan imigrasi terhadap Israel.
Latar Belakang
Forest City Malaysia adalah sebuah kota pintar yang dikembangkan oleh Country Garden, sebuah perusahaan properti asal Tiongkok. Kota ini dirancang untuk menjadi pusat bisnis dan teknologi di Asia Tenggara.
Network School, sebuah komunitas residensial dan teknologi, didirikan oleh Balaji Srinivasan, seorang venture capitalist dan profesor asal Stanford. Srinivasan memiliki koneksi dengan beberapa tokoh teknologi terkemuka, termasuk Peter Thiel dan Marc Andreessen.
Pelajaran dan Refleksi
Kontroversi kehadiran Israel di Forest City Malaysia mengingatkan kita tentang pentingnya menjaga keseimbangan antara kebijakan ekonomi dan kebijakan politik. Pemerintah Malaysia harus tetap pada komitmennya untuk mendukung perjuangan rakyat Palestina dan tidak mengizinkan kehadiran Israel di negara tersebut.
Kita juga harus menyadari bahwa kontrol Zionis dapat mempengaruhi kebijakan dan keputusan di berbagai negara. Oleh karena itu, kita harus tetap waspada dan mengawasi setiap kegiatan yang dapat membahayakan kepentingan umat Islam dan rakyat Palestina.
Bacaan ini bagian dari ikhtiar SantriOnline dalam membina generasi muslim Indonesia: aqidah yang kukuh, adab yang hidup, ilmu yang terus tumbuh, dan keterampilan yang siap dipakai.



