Konvensi Pengungsi 75 Tahun: Inggris Berhutang Jawaban kepada Palestina

3 Agu 2026, 11.02

Thumbnail Konvensi Pengungsi 75 Tahun: Inggris Berhutang Jawaban kepada Palestina

Setelah 75 tahun Konvensi Pengungsi PBB diadopsi, Inggris masih belum memberikan jawaban atas petisi hukum yang menuntut permintaan maaf atas Deklarasi Balfour dan dampaknya.

Latar Belakang

Pada tahun 1917, Inggris mengeluarkan Deklarasi Balfour yang berjanji untuk mendukung pembentukan rumah nasional bagi bangsa Yahudi di Palestina, tanpa persetujuan dari mayoritas penduduk setempat.

Hal ini menyebabkan ketidakstabilan dan konflik yang berkepanjangan, sehingga lebih dari 750.000 pengungsi Palestina terpaksa meninggalkan rumah mereka pada tahun 1948.

Konvensi Pengungsi PBB

Konvensi Pengungsi PBB yang diadopsi pada tahun 1951 merupakan kerangka kerja universal untuk perlindungan pengungsi, namun pengungsi Palestina dikecualikan dari cakupannya karena sudah menerima bantuan dari UNRWA.

Pengecualian ini dianggap sebagai pengaturan sementara, namun hingga saat ini pengungsi Palestina masih belum mendapatkan perlindungan yang memadai.

Petisi Hukum

Petisi hukum yang diajukan kepada pemerintah Inggris menuntut permintaan maaf atas Deklarasi Balfour dan dampaknya, serta meminta agar pemerintah Inggris melakukan pencarian arsip yang belum dirilis, memberikan tanggapan publik, mengakui tindakan yang salah, dan mempertimbangkan reparasi.

Refleksi

Kasus ini menunjukkan bahwa Inggris belum secara serius menghadapi peranannya dalam menciptakan krisis pengungsi yang berkepanjangan.

Inggris perlu mengakui kesalahan masa lalu dan mengambil langkah-langkah untuk memperbaiki kesalahan tersebut, termasuk dengan memberikan perlindungan yang memadai kepada pengungsi Palestina.

Dengan demikian, Inggris dapat menunjukkan komitmennya terhadap perlindungan pengungsi dan memperkuat otoritas hukum internasional.

Bacaan ini bagian dari ikhtiar SantriOnline dalam membina generasi muslim Indonesia: aqidah yang kukuh, adab yang hidup, ilmu yang terus tumbuh, dan keterampilan yang siap dipakai.

Dirangkum dari: Middle East Eye